393 Santri Ponpes Manba’ul Hikam Keracunan Massal MBG di Sidoarjo
Jatiminvestigasinews.id, // Sidoarjo – Dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) mengguncang Yayasan Pondok Pesantren Manba’ul Hikam (Mahika), Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Selasa (1/9/2026). Ratusan santri mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan program MBG.
Keluhan mulai muncul sejak siang hari. Sejumlah santri mengalami sakit perut hingga harus berulang kali ke kamar mandi. Salah seorang santri menduga salah satu menu makan siang menjadi pemicu keluhan kesehatan. Ia mengaku melihat kondisi sayur buncis yang menurutnya sudah tidak layak dikonsumsi.
“Menu makan siangnya tadi ada sayur buncis yang seperti basi,” ungkap santri tersebut.
Keterangan tersebut senada dengan penjelasan Mudir Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Arifudin.
Menurutnya, kondisi santri mulai semakin serius memasuki sekitar pukul 17.00 WIB, ketika sedikitnya 25 santri mengalami gejala lebih berat berupa muntah-muntah dan lemas.
“Jam 5 sore itu sudah sekitar 25 anak. Bahkan sudah ada yang muntah dan lemes,” sebut Arifudin.
Arifudin menjelaskan makanan MBG yang dikonsumsi para santri dipasok oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang lokasinya tidak jauh dari kawasan pesantren. Program tersebut disebut telah berjalan hampir satu tahun di lingkungan pesantren.
Hidangan MBG tersebut dikonsumsi sekitar 1.000 orang, termasuk santri dan siswa dari jenjang MTs maupun unit pendidikan lainnya.
Sebelum kejadian, sejumlah santri juga sempat menyampaikan keluhan mengenai salah satu menu makanan, khususnya rasa sayuran yang dinilai berbeda dari biasanya.
Peristiwa tersebut kemudian mendapat perhatian langsung Bupati Sidoarjo Subandi. Ia datang ke lingkungan pesantren setelah menerima laporan mengenai kondisi para santri. Tim Dinas Kesehatan Sidoarjo bersama puskesmas dan fasilitas kesehatan langsung melakukan penanganan.
Sampel makanan yang dikonsumsi para santri turut dikumpulkan untuk menjalani pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan dan apakah benar berkaitan dengan makanan MBG.
Para santri yang membutuhkan penanganan lebih lanjut kemudian dievakuasi ke sejumlah fasilitas kesehatan. Berdasarkan data sementara, sedikitnya 393 korban tercatat mendapatkan perawatan,
Data jumlah sementara, santri yang di rawat di RS:
1. RSUD Notopuro: 271 Korban
2. Delta Surya: 14 Korban
3. Siti Hajar: 57 Korban
4. RS Pusura 13 Korban
5. RS Porong 8 Korban
6. Rs Fatimah 22 Korban
7. Rs Klinik Azka 8 korban
Total sementara 393 korban.
Jumlah tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses pendataan serta perkembangan kondisi para santri. Sebagian pasien dilaporkan mulai berangsur pulih dan diperbolehkan pulang secara bertahap.
Di tengah kepanikan, beredar informasi mengenai adanya korban meninggal dunia. Namun, Bupati Sidoarjo Subandi membantah tegas kabar tersebut dan memastikan seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis.
“Tadi yang isu-isu (meninggal) sudah saya suruh meluruskan, ya. Jadi tidak ada bahasa yang meninggal, tidak ada,” tegas Subandi.
Kini perhatian tertuju pada SPPG sebagai penyedia makanan MBG. Pemkab Sidoarjo berencana melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap lokasi pengolahan makanan, mulai dari bahan baku, proses memasak, penyimpanan, kebersihan hingga distribusi. Sementara itu, dugaan sayur buncis menjadi pemicu keluhan masih sebatas keterangan dan dugaan di lapangan, sehingga kepastian penyebab kejadian tetap menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan investigasi pihak berwenang.
Umar faruq
Editor : Siti