Dari Desa untuk Sesama, Perangkat Desa Salurkan Sembako bagi Driver Ojol Sebatang Kara Korban Laka
Jatiminvestigasinews.id, // Sidoarjo – Kepedulian terhadap warga yang sedang mengalami musibah kembali ditunjukkan oleh Pemerintah Desa Kletek, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo. Perangkat desa berinisiatif menyalurkan bantuan kepada Tadchid Sayekti, seorang pengemudi ojek online yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas dan diketahui hidup seorang diri. Senin, (3/8/2026).
Tadchid saat ini tinggal di sebuah rumah kos di Dusun Menyanggong RT 20 RW 08, Desa Kletek, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, tepatnya di gang samping Masjid Al Istiqomah, Geluran.
Akibat kecelakaan lalu lintas yang dialaminya, Tadchid mengalami patah tulang pada kaki kanan dan harus menjalani tindakan operasi. Kondisinya pascaoperasi membuatnya belum dapat beraktivitas maupun kembali bekerja sebagai pengemudi ojek online.
Dalam kondisi tersebut, Tadchid harus menghadapi masa pemulihan seorang diri tanpa keluarga yang mendampingi secara langsung. Kondisi inilah yang kemudian mendapat perhatian dari perangkat Desa Kletek.
Melihat kondisi korban, pihak desa berupaya melakukan koordinasi dengan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan Taman, untuk diteruskan dan dilaporkan kepada Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo agar dapat memperoleh bantuan sosial.
Namun, upaya tersebut menghadapi kendala administratif. Tadchid diketahui masih memiliki KTP yang tercatat di Kalimantan sehingga bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo belum dapat disalurkan.
Pihak Dinsos kemudian menyarankan agar Tadchid terlebih dahulu melakukan proses administrasi kependudukan melalui Dispendukcapil untuk mengurus KTP Sidoarjo.
“Mohon maaf mungkin bisa ke Dispendukcapil dahulu untuk berganti KTP Sidoarjo nggeh, kami tidak bisa jika belum ber-KTP Sidoarjo,” demikian penjelasan pihak Dinsos melalui pesan WhatsApp.
Dalam pesan berikutnya, pihak Dinsos juga menjelaskan bahwa proses perekaman KTP dapat dikoordinasikan dengan petugas Disdukcapil.
“Mohon maaf nggeh namun kami juga kesulitan jika belum ber-KTP Sidoarjo. Mungkin ada yang mau membantu untuk perekaman KTP-nya tidak harus yang bersangkutan juga bisa. Nanti ketika dibutuhkan foto bisa minta ke pihak Disdukcapil untuk datang ke lokasi, mereka ada petugas yang bertugas secara keliling. Terima kasih,” tambahnya.
Persoalan tersebut memperlihatkan adanya benturan antara aturan administratif dalam penyaluran bantuan dengan kebutuhan kemanusiaan di lapangan.
Di satu sisi, pemerintah memiliki ketentuan administrasi sebagai dasar dalam memberikan bantuan sosial. Namun di sisi lain, kondisi warga yang sedang mengalami musibah membutuhkan perhatian dan penanganan segera, terlebih Tadchid tidak dapat bekerja akibat cedera yang dialaminya.
Dalam kondisi tersebut, perangkat Desa Kletek tidak tinggal diam. Dengan keterbatasan yang ada, pihak desa berinisiatif memberikan bantuan secara pribadi berupa sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari Tadchid selama masa pemulihan.
“Kita dari desa hanya bisa bantu, mungkin hanya tambahan sembako saja dan insyaallah kita sementara dampingi berkala dan sudah Koordinasi sama tuan kos sama Pak RT setempat,” ujar Fiki, salah satu perangkat Desa Kletek.
Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian langsung perangkat desa terhadap warganya yang tengah berada dalam kondisi sulit. Selain bantuan sembako, pihak desa juga berupaya melakukan pendampingan secara berkala dengan berkoordinasi bersama pemilik kos dan Ketua RT setempat.
Sementara itu, Tadchid Sayekti menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Desa Kletek beserta perangkatnya.
Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti, terutama dalam kondisi dirinya yang masih belum dapat beraktivitas dan bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Bantuan sederhana berupa sembako tersebut setidaknya menjadi penyambung kebutuhan hidup Tadchid selama menjalani masa pemulihan pascaoperasi.
Kisah Tadchid juga menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah tidak selalu harus menunggu bantuan besar. Langkah kecil yang dilakukan pemerintah desa dan perangkatnya dapat memberikan arti besar bagi warga yang sedang berjuang seorang diri.
Di tengah persoalan administrasi kependudukan yang masih harus diselesaikan, harapan tetap terbuka agar ada solusi bersama antara pemerintah desa, kecamatan, TKSK, Disdukcapil dan Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo, sehingga kebutuhan kemanusiaan Tadchid tetap mendapatkan perhatian.
Sebab, bagi seorang warga yang sedang terbaring pascaoperasi dan belum mampu kembali bekerja, bantuan hari ini bukan sekadar sembako, melainkan bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang membutuhkan.*
Redaksi
Editor : Sarbaini