RSUD Moh. Zyn Sampang Raih Predikat Baik dalam Pengelolaan Kearsipan

avatar jatiminvestigasinews.id
  • URL berhasil dicopy
Direktur RSUD Moh. Zyn Sampang, dr. Mohammad Zyn Andy Andrian Hasan, menerima penghargaan atas capaian pengelolaan kearsipan internal dengan predikat Baik tahun 2026/istimewa/Bn.
Direktur RSUD Moh. Zyn Sampang, dr. Mohammad Zyn Andy Andrian Hasan, menerima penghargaan atas capaian pengelolaan kearsipan internal dengan predikat Baik tahun 2026/istimewa/Bn.

Jatiminvestigasinews.id, Sampang – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Moh. Zyn Sampang mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Sampang atas kinerja pengelolaan kearsipan internal tahun 2026.

Apresiasi tersebut diberikan setelah RSUD Moh. Zyn Sampang mengikuti penilaian pengawasan kearsipan internal yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Sampang. Hasil penilaian dituangkan dalam Piagam Penghargaan Bupati Sampang yang ditetapkan pada 10 Agustus 2026.

Dalam penilaian tersebut, RSUD Moh. Zyn Sampang memperoleh nilai 67,14 dan masuk kategori B dengan predikat Baik.

Direktur RSUD Moh. Zyn Sampang, dr. Mohammad Zyn Andy Andrian Hasan, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran, khususnya pihak yang terlibat langsung dalam pengelolaan arsip dan administrasi rumah sakit.

Menurut Andy, kearsipan memiliki posisi penting dalam mendukung tata kelola organisasi. Arsip yang tertata tidak hanya berkaitan dengan penyimpanan dokumen, tetapi juga menjadi bagian dari sistem administrasi, akuntabilitas, dan rekam jejak kelembagaan.

“Penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus berbenah. Predikat yang diraih jangan membuat kita cepat puas, karena masih banyak ruang untuk meningkatkan kualitas pengelolaan kearsipan,” ujarnya.

Ia menegaskan, capaian tersebut bukan menjadi alasan untuk berhenti melakukan pembenahan. Sejumlah aspek masih perlu ditingkatkan agar pengelolaan arsip di lingkungan RSUD Moh. Zyn Sampang semakin efektif dan mampu mengikuti kebutuhan organisasi.

Ke depan, pengembangan kearsipan akan diarahkan pada penguatan digitalisasi, efisiensi pengelolaan dokumen, serta peningkatan keamanan dan ketertiban arsip.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat dokumen rumah sakit menjadi bagian dari rekam administrasi yang sewaktu-waktu dibutuhkan untuk menunjang pelayanan maupun kebutuhan kelembagaan.

Andy juga mengajak seluruh jajaran rumah sakit mempertahankan kerja sama dan kedisiplinan dalam menjalankan tata kelola kearsipan. Menurutnya, konsistensi menjadi bagian penting agar perbaikan yang telah dilakukan dapat terus dipertahankan.

RSUD Moh. Zyn Sampang berharap hasil penilaian tahun 2026 dapat menjadi pijakan untuk memperkuat sistem kearsipan sekaligus mendorong peningkatan kinerja pada penilaian berikutnya.*