Berbekal Celurit dan Parang, Tiga Pria Saling Serang di Banyuates
JatimInvestigasiNews.id, Sampang - Peristiwa berdarah yang melibatkan tiga pria di Dusun Jeblung, Desa Masaran, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Jumat (24/7/2026) malam, menyita perhatian warga. Perkelahian menggunakan senjata tajam yang mengakibatkan ketiga pihak terluka itu diduga dipicu persoalan pribadi yang masih didalami penyidik.
Insiden terjadi sekitar pukul 21.00 WIB di depan bengkel motor milik Suhar. Tiga pria berinisial S (60), H (44), dan H.R (51) terlibat dalam bentrokan hingga masing-masing mengalami luka akibat senjata tajam.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa bermula saat S berpapasan dengan H.R di jalan Dusun Jeblung sekitar pukul 20.50 WIB. Diduga terjadi senggolan sepeda motor yang memicu cekcok hingga perkelahian menggunakan kayu. Keributan pertama itu sempat dilerai warga.
Namun situasi tidak berhenti di situ. H.R kemudian mendatangi rumah sepupunya, H, dan menceritakan kejadian yang baru dialaminya. Tak lama kemudian, keduanya diduga kembali mencari S. Saat bertemu di depan bengkel, perkelahian kembali pecah dan kali ini menggunakan senjata tajam.
Akibat kejadian tersebut, H mengalami luka sayatan di paha kanan dan luka pada siku kanan akibat terjatuh. H.R mengalami luka di tangan kanan, sedangkan S mengalami luka pada tangan kanan serta bagian belakang kepala.
Kapolres Sampang melalui Kasi Humas AKP Puji Eko Waluyo membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ketiga pria yang terlibat telah diamankan dan saat ini menjalani proses penyelidikan serta penyidikan di Polres Sampang.
"Seluruh pihak yang terlibat sudah diamankan. Kasus ini masih dalam proses lidik dan sidik untuk mengungkap secara utuh kronologi maupun motif kejadian," kata AKP Puji Eko Waluyo.
Polisi juga masih mencari barang bukti berupa senjata tajam dan sepeda motor yang diduga telah disembunyikan. Sementara itu, mengenai dugaan motif yang berkaitan dengan persoalan asmara sebagaimana informasi awal yang diterima penyidik, kepolisian menegaskan hal tersebut masih didalami dan belum dapat dipastikan sebagai fakta hukum.
Kasus ini kini menjadi perhatian masyarakat Banyuates. Polisi mengimbau masyarakat tidak berspekulasi ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada penyidik Polres Sampang.*
Editor : Sarbaini