Raker Perdana IKSAMA Jadi Momentum Konsolidasi Alumni, Ini Pesan Gus Qoidul Khoir

avatar jatiminvestigasinews.id
  • URL berhasil dicopy
Alumni Makarimul Akhlaq mengikuti silaturahim dan raker perdana IKSAMA di Panyerangan untuk memperkuat ukhuwah serta menyusun program organisasi/Bn.
Alumni Makarimul Akhlaq mengikuti silaturahim dan raker perdana IKSAMA di Panyerangan untuk memperkuat ukhuwah serta menyusun program organisasi/Bn.

Jatiminvestigasinews.id, Sampang - Ikatan Santri Alumni Makarimul Akhlaq (IKSAMA) menggelar rapat kerja (Raker) perdana periode kedua di Desa Panyerangan, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang, Madura, Selasa malam, 16 Juni 2026. Kegiatan tersebut dihadiri pengurus dan alumni lintas angkatan sebagai ajang mempererat silaturahmi sekaligus menyusun program kerja organisasi untuk lima tahun ke depan.

Raker yang mengusung tema “Santri Taat, Alumni Bermartabat, Makarimul Akhlaq Hebat” berlangsung penuh semangat dan kebersamaan. Forum tersebut menjadi langkah awal kepengurusan periode kedua yang kembali dipimpin oleh Ketua IKSAMA, Ustadz Abdul Razaq.

Pengasuh Madrasah Diniyah Makarimul Akhlaq, Gus Qoidul Khoir M.Ag, dalam sambutannya menyampaikan bahwa keberadaan IKSAMA tidak hanya sebagai wadah silaturahmi alumni, tetapi juga sebagai sarana pengabdian dan pemberdayaan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai kesantrian.

Menurutnya, tema yang diangkat dalam Raker memiliki makna mendalam. Santri yang taat adalah mereka yang istiqamah dalam menuntut ilmu, menjaga adab, serta menghormati guru. Sementara alumni yang bermartabat adalah alumni yang mampu menjaga akhlak, disiplin, dan mengamalkan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di madrasah.

“Status santri tidak pernah berakhir meskipun telah lulus dari madrasah. Nilai-nilai kesantrian harus terus melekat dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga maupun di tengah masyarakat,” ujar Gus Qoidul Khoir.

Ia juga menegaskan pentingnya menghormati guru sebagai bagian dari menjaga sanad keilmuan yang bersambung hingga Rasulullah SAW. Menurutnya, ilmu yang diperoleh dari para guru merupakan amanah yang harus dijaga dan diamalkan dengan baik.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Qoidul Khoir menjelaskan bahwa alumni Makarimul Akhlaq harus memiliki beberapa karakter utama, di antaranya akhlak yang terjaga, fondasi ilmu yang kuat, sikap mandiri dan disiplin, semangat mengabdi serta berdakwah, dan kemampuan membangun jaringan alumni yang solid.

“Alumni adalah cerminan lembaga. Ketika alumni mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, maka nama baik madrasah juga akan semakin terangkat,” katanya.

Selain menjadi sarana evaluasi dan perencanaan program, Raker juga menjadi momentum memperkuat sinergi antaralumni lintas generasi. Setiap bidang dan koordinator yang telah dibentuk dalam struktur organisasi diberikan ruang untuk menyusun program kerja sesuai bidang masing-masing sebagai pedoman gerak organisasi selama lima tahun mendatang.

Di akhir sambutannya, Gus Qoidul Khoir mengajak seluruh alumni untuk terus menjaga kekompakan dan semangat kebersamaan. Ia berharap IKSAMA dapat menjadi organisasi alumni yang kuat, aktif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi madrasah, agama, serta masyarakat luas.

Raker IKSAMA periode kedua tersebut menjadi tonggak awal dalam menyusun langkah strategis organisasi, sekaligus mempertegas komitmen para alumni untuk terus menjaga nilai-nilai kesantrian melalui semangat “Santri Taat, Alumni Bermartabat, Makarimul Akhlaq Hebat.”***


Alumni Makarimul Akhlaq mengikuti silaturahim dan raker perdana IKSAMA di Panyerangan untuk memperkuat ukhuwah serta menyusun program organisasi.