Ditantang di Live TikTok, Balap Liar Pangarengan Berpotensi Terus Berulang Akibat Minim Penindakan
Jatiminvestigasinews.id, Sampang – Aksi balap liar di Jalan Plasah, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang, kembali terjadi menjelang malam takbiran. Aktivitas berbahaya tersebut bahkan disiarkan secara langsung melalui media sosial, memperlihatkan kondisi yang kian mengkhawatirkan.
Fenomena ini bukan kejadian baru, melainkan rangkaian peristiwa yang terus berulang di lokasi yang sama. Sebelumnya, pada Senin malam (17/3/2026) sekitar pukul 23.30 WIB, Jalan Plasah juga sempat berubah menjadi ajang balap lari yang diduga dilaksanakan dengan sistem taruhan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun saat itu, sejumlah pemuda berkumpul di ruas jalan untuk menyaksikan balap lari yang berlangsung cukup ramai. Meski berbeda bentuk, aktivitas tersebut tetap dinilai mengganggu ketertiban umum dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Seorang warga menyebutkan bahwa lokasi tersebut memang sudah lama dikenal sebagai titik rawan.
“Biasanya balap motor, ini malah balap lari tapi pakai taruhan. Tetap saja berbahaya, apalagi di jalan umum,” ujarnya.
Rangkaian kejadian ini semakin memperkuat dugaan bahwa lemahnya pengawasan dan minimnya penindakan menjadi faktor utama aktivitas ilegal tersebut terus berulang. Tanpa tindakan tegas, lokasi yang sama seolah berubah menjadi arena bebas bagi berbagai bentuk pelanggaran.
Dalam kejadian terbaru, aksi balap liar bahkan disiarkan secara langsung melalui akun TikTok @Suka_tidur. Dalam tayangan tersebut, terlihat puluhan pemuda memadati jalan dan melakukan balapan tanpa pengamanan.
Lebih jauh, dalam siaran langsung itu terdengar pernyataan yang dinilai menantang aparat kepolisian.
“aman tretan magghi polisi ah takok semegeeh sateah,” ucap salah satu pelaku dengan nada meyakinkan, yang secara bebas dimaknai bahwa situasi dianggap aman karena polisi disebut tidak berani melakukan penindakan saat itu.
Pernyataan tersebut menjadi indikator kuat bahwa para pelaku merasa tidak tersentuh hukum. Hal ini diduga sebagai dampak dari minimnya tindakan tegas terhadap kejadian-kejadian sebelumnya, termasuk balap lari yang diduga bertaruh.
Ironisnya, seluruh aktivitas tersebut terjadi di lokasi yang tidak jauh dari Mapolsek Pangarengan. Kedekatan ini semestinya menjadi keunggulan dalam pengawasan, namun kenyataan di lapangan justru menunjukkan sebaliknya.
Saat balap liar berlangsung hingga selesai, upaya konfirmasi yang dilakukan Jatiminvestigasi tidak membuahkan hasil. Bahkan pada upaya terbaru, sambungan telepon melalui WhatsApp kepada Kapolsek Pangarengan,Iptu Iwan Suhadi., S.H., justru langsung ditolak atau di-reject. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah publik terkait keseriusan penanganan di lapangan.
Pada kejadian sebelumnya, Kapolsek Pangarengan sempat memberikan respons singkat dan menyatakan akan menghubungi anggota piket. Namun hingga saat ini, tindak lanjut yang konkret belum terlihat.
Situasi ini semakin memperkuat persepsi bahwa pengawasan di wilayah tersebut masih lemah. Ketika pelanggaran terjadi berulang, bahkan disiarkan secara terbuka, namun tidak diiringi tindakan tegas maupun respons yang memadai, maka potensi kejadian serupa akan terus berulang.
Warga sekitar pun mengaku resah. Selain mengganggu ketertiban umum, aktivitas balap liar maupun balap lari yang diduga disertai taruhan juga berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin Jalan Plasah akan semakin dikenal sebagai arena bebas pelanggaran. Lebih dari itu, potensi jatuhnya korban jiwa menjadi ancaman nyata yang tidak bisa diabaikan.
Masyarakat kini menunggu langkah konkret dari aparat penegak hukum. Tanpa pengawasan yang konsisten dan tindakan tegas, aksi serupa dipastikan akan terus berulang dengan tingkat keberanian yang semakin meningkat.*.
Editor : Sarbaini