Menjelang Takbiran, Balap Liar di Pangarengan Disiarkan Live, Polisi Disebut Tak Berani
Jatiminvestigasinews.id, Sampang – Kondisi ketertiban di Jalan Plasah, Kecamatan Pangarengan, semakin memprihatinkan. Setelah sebelumnya diwarnai balap lari yang diduga disertai taruhan, kini balap liar kendaraan bermotor kembali marak. Lebih ironis, aksi tersebut terjadi menjelang malam takbiran dan disiarkan secara langsung di media sosial.
Tangkapan siaran langsung itu didapat oleh tim Jatiminvestigasi secara tidak sengaja saat sedang melakukan penelusuran atau scroll di TikTok. Dalam live tersebut, terlihat jelas sejumlah pemuda memadati jalan dan melakukan aksi balap liar di ruang publik tanpa pengamanan.
Fenomena ini menunjukkan bahwa pelanggaran tidak lagi dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Justru sebaliknya, aktivitas berbahaya itu dipertontonkan secara terbuka, seolah menjadi hiburan. Dalam siaran tersebut, akun TikTok @suka tidur menayangkan langsung jalannya balap liar yang disaksikan banyak pengguna.
Yang lebih mencengangkan, saat ada komentar dari penonton yang mengingatkan soal kemungkinan kehadiran polisi, pemilik akun justru memberikan jawaban yang terkesan menantang.
“Polisi tidak akan berani,” ucapnya dalam siaran langsung tersebut.
Pernyataan itu menjadi sorotan tajam, karena mencerminkan rendahnya rasa takut terhadap aparat penegak hukum. Hal ini diduga kuat berkaitan dengan minimnya tindakan tegas di lokasi yang selama ini dikenal rawan balap liar.
Padahal, lokasi kejadian diketahui tidak jauh dari Mapolsek Pangarengan. Kedekatan jarak ini semestinya memudahkan pengawasan dan penindakan. Namun kenyataannya, aktivitas tersebut terus berulang tanpa ada efek jera.
Menjelang malam takbiran, saat arus lalu lintas biasanya meningkat dan masyarakat bersiap menyambut Hari Raya, kondisi ini jelas sangat membahayakan. Jalan raya yang seharusnya digunakan secara aman justru berubah menjadi arena adu kecepatan.
Balap liar bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga ancaman nyata bagi keselamatan pengguna jalan lainnya. Ditambah lagi dengan adanya dugaan praktik taruhan pada kejadian sebelumnya, situasi ini semakin memperburuk citra ketertiban di wilayah tersebut.
Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Kapolsek Pangarengan, Iptu Iwan Suhadi., S.H., belum mendapatkan tanggapan. Saat dihubungi melalui sambungan WhatsApp oleh Jatiminvestigasi, panggilan tidak direspons.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius di tengah masyarakat. Ketika pelanggaran terjadi secara terang-terangan dan bahkan tersiar luas di media sosial, mengapa tindakan tegas belum juga terlihat?
Jika situasi ini terus dibiarkan, bukan hanya keselamatan masyarakat yang dipertaruhkan, tetapi juga wibawa hukum yang semakin dipandang sebelah mata. Masyarakat kini menanti kehadiran aparat yang benar-benar menjalankan fungsinya, bukan sekadar diam di tengah pelanggaran yang kian berani.*
Editor : Sarbaini