‎Pra-Musrenbangcam Kecamatan Jrengik Bahas Penanganan Banjir, Infrastruktur, Pertanian, dan Layanan Kesehatan

avatar jatiminvestigasinews.id
  • URL berhasil dicopy
Camat Jrengik, Khoirul Anam (Yayoe) pimpin rapat Pra Musrenbangcam 2026 Kecamatan Jrengik dihadiri OPD, kepala desa, dan PJ desa se-Kecamatan Jrengik/Bn.
Camat Jrengik, Khoirul Anam (Yayoe) pimpin rapat Pra Musrenbangcam 2026 Kecamatan Jrengik dihadiri OPD, kepala desa, dan PJ desa se-Kecamatan Jrengik/Bn.

‎Jatiminvestigasinews.id, Sampang – Camat Jrengik Choirul Anam, yang akrab disapa Yayoe, memaparkan sejumlah isu strategis lintas sektor dalam rapat Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Pra-Musrenbangcam) Kecamatan Jrengik. Pembahasan difokuskan pada penanganan banjir, pembangunan infrastruktur, penguatan sektor pertanian, serta pemerataan layanan dasar bidang kesehatan.

‎Rapat Pra-Musrenbangcam tersebut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Jrengik, antara lain Danramil dan Kapolsek Jrengik, serta Kepala Puskesmas Jrengik, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Jrengik, pendamping desa, serta kepala desa dan PJ kepala desa se-Kecamatan Jrengik.

‎Dalam penyampaiannya, Choirul Anam menjelaskan bahwa pemerintah kecamatan telah melakukan rapat koordinasi dengan lintas sektor terkait diantaranya, PUSDA Jawa Timur, Balai Besar Jalan Nasional sebagai langkah awal, salah satunya melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait pembentukan DESTANA (Desa Tangguh Bencana). Dari total 14 desa di Kecamatan Jrengik, saat ini baru tiga desa yang telah membentuk DESTANA.

‎‎“Kami telah melakukan sosialisasi dan edukasi pembentukan DESTANA. Dari 14 desa yang ada, baru tiga desa yang sudah terbentuk,” ujar Choirul Anam kepada Jatiminvestiaginews, (26/1/2026).

‎‎Sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana, pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa telah melakukan penanaman pohon di bantaran Sungai Penyiburan sebanyak 1.000 pohon, serta penanaman 1.000 pohon lainnya di Desa Kotah guna memperkuat daerah resapan air.

‎‎Terkait penanganan banjir, Camat Jrengik menyampaikan bahwa PUSDA Jawa Timur telah melakukan normalisasi Sungai Penyiburan. Namun, hasil normalisasi yang masih berupa tanggul tanah dinilai berpotensi jebol apabila debit air meningkat.

‎‎“Urugan tanah hasil normalisasi masih berpotensi jebol saat debit air tinggi. Harapannya ke depan dapat dibangun bronjong atau penguatan permanen agar luapan Sungai Panyiburan  tidak kembali terjadi,” jelasnya.

‎‎Selain itu, pemerintah kecamatan telah melakukan koordinasi dengan balai besar, akan dibangunan saluran drainase di sisi utara jalan nasional sepanjang kurang lebih 3,5 kilometer, mulai dari Desa Penyepen hingga Desa Jrengik baratnya jembatan Barat. 

‎Rencana tersebut dinilai mendesak karena sejak peninggian badan jalan nasional, luapan air semakin meluas ke wilayah Desa Jrengik dan Desa Taman.

‎Untuk mempercepat penguraian genangan air, juga direncanakan pembangunan tiga titik crossing di Desa Panyepen, Taman dan Jrengik, agar aliran air dapat lebih cepat menuju sisi selatan jalan nasional.

‎Di bidang pertanian, Choirul Anam menegaskan bahwa Kecamatan Jrengik merupakan salah satu lumbung pangan Kabupaten Sampang dan berada di peringkat kedua sebagai penyuplai produksi gabah.

‎‎“Tahun ini telah dibangun Earpom program dari Kemenhan, yang mampu mengairi sekitar 40 hektare sawah. Ke depan juga akan dilaksanakan pelatihan-pelatihan pertanian, termasuk pembuatan pupuk,” ungkapnya.

‎Sementara itu, pada sektor layanan dasar, pemerintah kecamatan memfokuskan perhatian pada bidang kesehatan. Mengacu pada Permenkes Nomor 19, seluruh desa wajib didukung sarana dan prasarana kesehatan yang memadai. Oleh karena itu, rehabilitasi serta peningkatan fasilitas kesehatan, termasuk polindes di 14 desa, menjadi prioritas.

‎‎Salah satu rencana strategis yang dibahas adalah pengajuan alih fungsi bangunan bekas Sekolah Dasar Negeri di Desa Jrengik menjadi fasilitas layanan kesehatan. Bangunan tersebut masih memiliki dua ruang kelas dalam kondisi baik dan saat ini tengah dalam proses verifikasi data oleh instansi terkait.

‎‎Melalui rapat Pra-Musrenbangcam ini, Camat Jrengik berharap seluruh usulan strategis yang telah dirumuskan dapat menjadi prioritas dalam Musrenbang tingkat kecamatan hingga kabupaten, sehingga pembangunan dapat berjalan merata dan berdampak langsung bagi masyarakat.*