Berkat Sinergitas Awak Media dengan Polsek Denpasar Utara Kini Mayat MR X Sudah Terindentifikasi

avatar jatiminvestigasinews.id
  • URL berhasil dicopy

Jatiminvestigasinews.id ||Denpasar–Simpang siur indentitas mayat MR X kini sudah terindetifikasi , jenasah yang meninggal 6 hari yang lalu pada tgl 14 pebruari 2024 ,yang diduga meninggal karena serangan Jatung ,atas nama :

Samsuri ttl Sampang 11-11-1962Asal Dusun Lonsabe>Desa TlagahKec, Banyuates Kab Sampang Madura ,Jawa Timur, selasa 20 pebruari sudah diserah terimakan oleh pihak Polsek Denpasar Utara kepda relawan kemanusiaan .Berkat kerja keras awak media dan ketua tim relawan kemanusiaan Andik Lukman Efendi bersama tim bisa menelusuri asal -usul keluarga/ ahli waris .

Proses penyerahan kelengkapan berkas surat- surat indintitas mayat oleh Kapolsek Denpasar Utara Iptu Putu Carlos Delesgit kepada tim relawan kemanusiaan di wakil Andi Lukman Efendi berlangsung lancar.

”Awal kejadian kenapa dianggap mayat MR X ? Mayat atas nama Samsuri , beliau bekerja sebagai tenaga harian lepas , sebelum kejadian meninggal dunia , samsuri siang itu sudah keliatan pucat, tidak sehat dan mengeluh sakit . Tepat pukul 02.00 samsuri sudah di temukan tidak bernyawa oleh rekan kerjanya ( proyek ) di bedeng tempat tidur,"kata iptu Putu.

Lanjut, mayat atas nama Samsuri tersebut , berdomisili di Kabupaten Sampang ,Madura Jatim, keluarga almarhum ternyata sudah berpisah lama dengan istri nya, dan tidak memiliki anak dari perkawinan tersebut . Inilah yang sulit dari relawan menemukan ahli waris jenasah dari keluarga Samsuri , tetapi dengan kebijakan Kapolsek Denpasar utara , sebagai rasa kemanusian lewat surat bukti kependudukan aparat dusun Lonsabe ,desa Tlagah, kec Banyuates mayat bisa diambil. Pengambilan mayat pun atas kebijakan dari Polsek Denpasar Utara.

Berkat kerjasama yang baik antara awak media ( Analisnews co.id ranu dan awak media jatiminvestigasinews.id Bambang Supriono ) bersinergitas dengan Polsek Denpasar Utara , kita sadar bahwa media adalah mitra kerja kepolisian .Sebagai patner kerja Polsek Denpasar utara yang di pimpin oleh IPTU Putu Carlos Delesgit , sebagai Kapolsek Denpasar utara beserta team kanit Intel polsek Denpasar utara dengan kebijakannya , karna ini menyangkut nilai nilai kemanusiaan, dengan tangan dingin nya memberikan surat untuk tidak di autopsi ,dan surat berita acara Untuk pengambilan jenazah yang sudah 6 hari di titipkan di RS sanglah,"ungkapnya.

Dalam proses pengambilan jenazah oleh tim relawan kemanusiaan dan teman teman satu proyek di mana jenazah di semayamkan berjalan dengan baik sesuai yang di harapkan. Untuk kepengurusan jenazah di bantu penuh oleh Yayasan Rumah Peduli Anisa dengan team Relawan kifayah nya tanpa di pungut biaya " Subhanallah " Betapa mulianya bisa membantu sesama tanpa memikirkan kan siapa dan dari mana asalnya.

"Bentuk solidaritas yang tinggi Proses pemakaman berjalan lancar di hadiri oleh puluhan teman teman pekerja proyek, walau dalam suasana duka dan haru.Semoga ke depan untuk jaga diri dari kemungkinan hal - hal yang tidak kita harapkan ,khusus untuk tenaga kerja harian ( pendatang) hendaknya dilengkapi data diri yang lengkap dari aparat desa setempat,"pungkasnya.

( Supriono )