Baru Menjabat Kasatpol PP di Duga Alergi Terhadap Ormas dan Wartawan

avatar jatiminvestigasinews.id
  • URL berhasil dicopy

Jatiminvestigasinews. id //Surabaya - Kepala satuan polisi pamong praja kota surabaya di duga alergi terhadap organisasi kemasyarakatan hal itu di ungkapkan sala satu ketua ormas Sahabat pemuda kota surabaya. Pada hari Selasa ( 17/6/2025)

Musa, sebagai ketua Sahabat Pemuda Surabaya SAPURA menyampaikan hal itu terbukti pada saat kami mau melakukan silahturahmi ke kantor satpol pp kota surabaya serta menyampaikan dan konfirmasi beberapa persoalan yang ada di kota surabaya namun pada saat di kantor satpol pp kota surabaya kami di suruh kembali beberapa jam kemudian stelah kami nunggu sekitar 2 jam an, namun ketika kami kembali dan nunggu lagi sekitar 1 jam an dan datnglah kasatpol dengan buru buru alasan di panggil sekda dan enggan menemui kami,

Padahal musa hanya meminga waktu beberapa menit, untuk mengkonfirmasi dan menyampaiakan persoalan yang ada di kota surabaya

Ini heran, mengapa bapak kepala satuan polisi pamong praja terkesan menghindar atas kehadiran ormas dan media padahal kehadiran ormas dan media dalam rangka menjalankan tugas sebagai kontrol sosial.

Kawan kawan ormas dan media sangat butuh informasi dan juga ingin menyampaikan persoalan di kota surabaya

Lanjut musa, ketika lakukan sumpah jabatan, sebagai seorang pejabat, seharusnya sudah siap sebagai pelayan publik dan terbuka terhadap pihak yang membutuhkan informasi dan penyampaian aspirasi, karena hal tersebut sudah di atur oleh UU Nomor 25 Tahun 2009 Tentang pelayanan Publik serta UU No. 14 Tentang keterbukaan informasi publik.

Hesim selaku penasehat media Global rakyat juga menyayangkan sikap kepala Satpol PP kota surabaya yang baru ini, seakan alergi terhadap ormas dan media tegasnya

Biasanya kalo pejabat sudah di temui atau suka menghindar, itu akan menimbukan asumsi yang negatif,

Oleh sebab itu meminta kepada walikota kota surabaya untuk lebih menekankan kepada seluruh kepala dinas untuk lebih welcome terhadap pelayanan dan aspirasi masyarakat sehingga kejadian seperti ini tidak usah terjadi di lingkungan pemkot.

(Priyo)