Satpol PP Surabaya Gencarkan Patroli Cegah Gangguan Trantibum di Bulan Ramadhan 2025.
Jatiminvestigasinews.id // Surabaya - Satpol PP Kota Surabaya mulai bergerak dan melakukan patroli guna mengantisipasi adanya gangguan ketentraman dan ketertiban umum (trantibum), sejak sebelum hingga selama bulan Ramadhan 2025.
M. Fikser, sebagai Kepala Satpol PP Kota Surabaya, mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk melakukan patroli secara rutin dan menyisir lokasi-lokasi yang rawan terjadi gangguan trantibum.
“Gangguan yang sering terjadi saat Bulan Ramadan, biasanya perang sarung dan tawuran. Lokasinya biasanya di bawah sekitar Jembatan Suramadu, Jalan Kenjeran, Jalan Kapas Madya, Jalan Ir. Soekarno, di dekat TPU Rangkah, serta Jalan Ngaglik,” jelas Fikser,pada hari Sabtu (22/2/2025)
Selain mengantisipasi perang sarung dan tawuran, Fikser menyebut, jajarannya juga turut mengantisipasi aktivitas balap liar yang dilakukan pada malam hari, saat bulan Ramadan berlangsung.
“Sekarang lagi tren balap sepeda angin yang dilakukan oleh anak-anak. Sehingga aktivitas negatif tersebut turut menjadi atensi kami dalam menjaga kondusifitas selama Ramadan,” lanjutnya.
“Jika ditemukan adanya aktivitas tawuran maupun perang sarung serta membawa senjata tajam, maka akan kami serahkan kepada kepolisian selaku pihak yang berwenang,” tegasnya.
Untuk itu, Fikser mengimbau kepada segenap orang tua untuk memberikan perhatian lebih terhadap aktivitas buah hati mereka selama bulan Ramadan 2025.
"Orang tua harus lebih mengawasi anak-anak, terutama pada malam hari setelah pukul 21.00 WIB, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, utamanya mencegah kenakalan remaja,” ujarnya.
Lebih lanjut, apabila saat patroli ditemukan adanya aktivitas yang memicu gangguan ketentraman dan ketertiban umum, maka para petugas akan melakukan penjangkauan untuk kemudian diamankan ke Kantor Satpol PP Kota Surabaya.
“Tetap kami lakukan penjangkauan kepada mereka. Lalu, apabila kami menemukan adanya anak-anak yang bergerombol, akan kami datangi dan kami minta mereka untuk bubar. Kami bersikap tegas namun tetap mengedepankan sisi humanis,” pungkasnya.
(Priyo)
Editor : Bang Priyo