Warga Mengeluh, Air PDAM Sering Mati, Dugaan Ada Penyelewengan Dana
Jatiminvestigasinews.id, Sampang - Beberapa hari yang lalu tepatnya Jum'at (15/11/2024), Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Sampang, menggelar rapat kerja lanjutan bersama Perusahaan Air Minum Daerah (Perumda) Trunojoyo Sampang, Madura Jawa Timur.
Dalam pelaporan triwulan (III) Perumda Trunojoyo ditemukan beberapa kejanggalan diantaranya, data pelanggan tidak cocok, data pendapatan di tahun 2024 yang dinilai tidak sesuai dengan mengacu pada realisasi pendapatan pada 2023 lalu, serta adanya biaya beban non operasional yang mencapai milyaran rupiah.
Data pengeluaran beban biaya non operasionalnya sangat tidak masuk akal. Menurutnya, untuk beban non operasional di tahun 2023 lalu hanya kisaran Rp 350 juta, sedangkan pengeluaran beban non operasional di tahun ini meningkat sangat signifikan, hingga mencapai milyaran rupiah.
”Hingga mencapai milyaran sebesar Rp 1.878.435.880, jika angka tersebut digunakan untuk memperlancar pipanisasi dan pelayanan terhadap pelanggan /masyarakat, pastinya akan kami dukung. “Namun apabila progresnya tidak jelas, maka kami akan meminta itu dihentikan sementara, sampai ada laporan tertulis.” Paparnya.
Setelah saya mendapat informasi yang berisikan ada kejanggalan beban non oprasional yang di sampaikan DPRD, saya langsung berusaha mencari kejanggalan yang terjadi di PDAM.
Ketika saya berada dilapangan, ada beberapa kejanggalan. Dimana beberapa hari terakhir ini, banyak masyarakat yang menggunakan PDAM mengeluh dan merasa jengkel, dikarenakan terkadang air hanya hidup di malam hari bahkan ironisnya bisa hingga 2 - 3 hari air mati total.
Bahkan ada pula keluarga yang harus mencuci pakaian dan piring ke saudara terdekatnya.

Beberapa Masyarakatpun ada yang harus merogoh dompetnya untuk membeli Air dari Truck Tangki, hingga ada juga yang terpaksa untuk memperdalam sumurnya agar dapat pasokan air yang cukup setiap harinya.
Kami sempat mewawancarai beberapa warga yang menggunakan PDAM dengan menanyakan "apa sudah lapor ke kantor ?" Yang membuat saya shock adalah jawaban dari warga, mereka sudah enggan untuk melapor kepada kantor PDAM.
Dikarenakan tidak ditindak lanjuti bahkan ada yang mengucap "capek capekin badan dan hati mas, tanggapannya selalu sama, dan tidak ada respon dari petugas dilapangan" ucapnya.
Niat ingin mendapat pasokan air yang layak dengan menggunakan PDAM malah menjadi lebih merepotkan.
Sampai berita ini di terbitkan, pihak PDAM tidak memberikan balasan apapun melalui chat whatsapp. (20/11/2024)
(Fais)
Editor : Siti