Pendidikan Politik Partai Gerindra Sidoarjo Perkuat Kapasitas dan Konsolidasi Kader

avatar Marcel
  • URL berhasil dicopy

Jatiminvestigasinews.id, Sidoarjo – Upaya memperkuat kapasitas, pemahaman politik, serta konsolidasi kader terus dilakukan Partai Gerindra di Jawa Timur. Salah satunya melalui kegiatan Pendidikan Politik Kader Partai Gerindra, di Resto Jie Poek DW, Kabupaten Sidoarjo.yang digelar pada Sabtu(19/9/ 2026)

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda pembinaan dan penguatan kapasitas kader Partai Gerindra, khususnya di Kabupaten Sidoarjo. Pendidikan politik ini diselenggarakan oleh DPD Partai Gerindra Provinsi Jawa Timur sebagai bagian dari proses penguatan pemahaman kader terhadap program partai, perkembangan politik, serta dinamika komunikasi di tengah masyarakat.

Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, peserta pendidikan politik berasal dari berbagai latar belakang, di antaranya kader baru yang berasal dari organisasi kemasyarakatan (ormas), lembaga swadaya masyarakat (LSM), pelaku UMKM, mahasiswa, hingga pengemudi ojek online (ojol) di Kabupaten Sidoarjo.

Kegiatan menghadirkan dua narasumber, yakni Hj. Aan Nadziroh, S.H., Wakil Ketua Partai Gerindra Jawa Timur sekaligus Sekretaris PIRA Jawa Timur, serta Rr. Ajeng Hapsari Nastiti, S.H., M.H., kader Partai Gerindra.

Program Partai dan Program Presiden Prabowo dalam pemaparan materi pertama, Hj. Aan Nadziroh, S.H., membawakan tema “Program Partai dan Program Presiden Prabowo.”

Materi tersebut membahas mengenai delapan misi Asta Cita serta visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dalam pemaparannya, sejumlah program pemerintah turut menjadi pembahasan, di antaranya Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Sekolah Rakyat, serta Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Materi tersebut diarahkan untuk memberikan pemahaman kepada peserta mengenai program-program yang menjadi bagian dari agenda pemerintahan serta bagaimana kader memahami dan menyampaikan informasi tersebut kepada masyarakat.

Perang Narasi di Era Algoritma
Sementara itu, narasumber kedua, Rr. Ajeng Hapsari Nastiti, S.H., M.H., membawakan materi bertema “Perang Narasi di Era Algoritma.”

Pembahasan menyoroti perubahan pola komunikasi publik di era digital, khususnya ketika media sosial dan algoritma memiliki pengaruh besar terhadap penyebaran informasi.Dalam materi tersebut disampaikan bahwa persaingan di ruang digital tidak hanya berkaitan dengan penyampaian informasi, tetapi juga dengan perebutan perhatian publik.

 Karena itu, peserta diajak memahami pentingnya membedakan informasi yang memiliki dasar fakta dengan informasi yang belum terverifikasi.
Kader juga didorong untuk berperan dalam membangun komunikasi publik yang berbasis fakta serta tidak ikut menyebarluaskan informasi yang belum jelas kebenarannya.

Penguatan Kader Secara Berkelanjutan
Kegiatan pendidikan politik di Kabupaten Sidoarjo tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses pembinaan kader secara berkelanjutan. 
Pembekalan mengenai program, komunikasi politik, serta perkembangan informasi di ruang digital menjadi materi yang diberikan kepada peserta.

Melalui kegiatan tersebut, kader diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai peran dan tanggung jawabnya di dalam organisasi, sekaligus mampu membangun komunikasi yang tertib dengan masyarakat.

Pendidikan politik juga menjadi ruang konsolidasi bagi kader dari berbagai latar belakang untuk memperkuat koordinasi dan pemahaman bersama terhadap dinamika organisasi serta perkembangan kehidupan politik dan sosial di masyarakat.

Dengan demikian, kegiatan yang berlangsung di Sidoarjo ini tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan organisasi dan penguatan kapasitas kader secara berkelanjutan.