Oeleu Family Siapkan Banyak Strategi Hadapi Lebah Hijau di Perempat Final Anas CUP I

avatar Marcel
  • URL berhasil dicopy

Jatiminvestigasinews.id, Toianas,Timor Tengah Selatan -  Persaingan Turnamen Bola Voli Anas CUP I semakin memanas. Memasuki babak delapan besar, Oeleu Family akan berhadapan dengan Lebah Hijau pada Jumat, 28 Agustus 2026.


Hal itu, disampaikan Official Oeleu Family, Yefta Banunaek, S.Pd., menegaskan bahwa timnya datang dengan persiapan dan motivasi untuk meraih hasil terbaik. Menurutnya, Anas CUP I telah menjadi panggung bagi pemain-pemain lokal berbakat untuk menunjukkan kualitas dan kemampuan mereka.

“Anas CUP I menghadirkan pemain-pemain yang handal dan lokal yang berbakat.”

Menghadapi Lebah Hijau yang bertindak sebagai tuan rumah, Oeleu Family mengaku telah menyiapkan sejumlah strategi. Status sebagai runner-up pada fase sebelumnya tidak menyurutkan ambisi tim untuk melangkah lebih jauh di turnamen tersebut.

“Kami akan menggunakan banyak strategi untuk mengalahkan tuan rumah, walaupun kami masuk 8 besar sebagai runner-up.”

Yefta menilai Anas CUP I memiliki arti lebih dari sekadar kompetisi olahraga. Turnamen tersebut dinilai menjadi ruang pembinaan sekaligus sarana untuk menemukan bibit-bibit atlet bola voli potensial dari wilayah lokal.

Ia menyebut, potensi pemain dari Kecamatan Toianas, Kokbaun, dan Amanatun Utara perlu terus diberikan ruang untuk berkembang agar mampu bersaing pada level yang lebih tinggi.

“Anas CUP ini bagus karena membina dan menggali atlet-atlet bola voli yang berpotensi dan memiliki bakat yang nantinya bisa bersaing di tingkat kabupaten maupun provinsi.”

Menurutnya, keberlanjutan turnamen semacam ini penting untuk membangun ekosistem olahraga di daerah. Kompetisi yang rutin dapat menjadi kesempatan bagi para pemain muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mengasah mental kompetitif.

Wartawan DeteksiNTT.com itu, mengingatkan para pemain agar tidak menjadikan hasil pertandingan sebagai alasan untuk berhenti mengejar potensi dan kecintaan mereka terhadap olahraga.

“Kalah menang itu hal biasa. Yang penting jangan putus asa dalam meraih hobi melalui bakat yang sudah dimiliki.” ucap Yefta Banunaek kelahiran Desa Skinu, Kecamatan Toianas. 

Ia pun berharap Anas CUP  tidak berhenti pada penyelenggaraan perdana, tetapi dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun sehingga semakin banyak talenta lokal yang terjaring dan berkembang.

“Kita berharap turnamen ini terus dilakukan.”pungkasnya.