Viral Main Game & Merokok Saat Rapat, AMI Desak Prabowo Copot Anggota DPRD Jember: Cederai Amanah Rakyat
Jatiminvestigasinews.id, // Jember – Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya video seorang anggota DPRD Jember yang diduga asyik bermain game sambil merokok saat rapat resmi berlangsung. Ironisnya, rapat tersebut membahas isu krusial terkait pelayanan kesehatan dan penanganan stunting di Kabupaten Jember.
Aksi yang dinilai tidak mencerminkan etika sebagai wakil rakyat itu langsung menuai gelombang kecaman dari publik. Banyak pihak menilai perilaku tersebut sebagai bentuk ketidakseriusan dalam menjalankan amanah rakyat, terlebih dalam forum resmi yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.
Menanggapi polemik tersebut, Aliansi Madura Indonesia (AMI) angkat bicara dan menyampaikan sikap tegas. Ketua AMI, Baihaki Akbar, mendesak Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap oknum anggota DPRD Jember yang bersangkutan.
“Perilaku seperti itu sangat memalukan dan mencederai kepercayaan masyarakat. Apalagi rapat yang dibahas menyangkut kesehatan dan stunting. Ini jelas tidak pantas dilakukan oleh seorang wakil rakyat,” tegas Baihaki dalam keterangannya.
AMI juga mendesak Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra agar tidak ragu menjatuhkan sanksi tegas, termasuk pencopotan hingga pemecatan, apabila terbukti terjadi pelanggaran etik.
Menurut Baihaki, ketegasan partai sangat diperlukan untuk menjaga marwah dan kredibilitas di mata publik. Ia menegaskan, sikap tegas juga menjadi bentuk komitmen partai dalam menjaga disiplin serta integritas kadernya.
“Jangan sampai ulah satu oknum merusak marwah partai dan mempermalukan nama besar Gerindra. Kami meminta Bapak Prabowo Subianto turun tangan langsung dan memberikan sanksi tegas,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kasus ini tidak boleh dianggap sepele. Jika dibiarkan tanpa tindakan tegas, hal tersebut dapat memicu persepsi negatif di masyarakat bahwa partai politik tidak serius dalam menegakkan etika dan tanggung jawab publik.
Sementara itu, pihak DPRD Jember dan Partai Gerindra dikabarkan akan memproses kasus tersebut melalui mekanisme etik internal. Oknum anggota DPRD yang videonya viral juga telah menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas tindakannya yang dinilai tidak pantas.
Namun demikian, desakan publik agar ada sanksi nyata terus menguat, sebagai bentuk penegakan etika dan penghormatan terhadap kepercayaan rakyat.
Faruq
Editor : Siti