Bocah 11 Tahun Tewas Terseret Ombak di Pantai Tajungan Sokobanah

avatar jatiminvestigasinews.id
  • URL berhasil dicopy
Keluarga korban dan warga setempat menyambut proses evakuasi jenazah bocah yang ditemukan meninggal dunia usai terseret ombak di Pantai Tajungan, Kecamatan Sokobanah/Istimewa/Bn.
Keluarga korban dan warga setempat menyambut proses evakuasi jenazah bocah yang ditemukan meninggal dunia usai terseret ombak di Pantai Tajungan, Kecamatan Sokobanah/Istimewa/Bn.

Jatiminvestigasinews.id, Sampang - Peristiwa laka laut kembali terjadi di wilayah pesisir Kabupaten Sampang. Seorang anak laki-laki berusia 11 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah terseret arus dan ombak saat bermain sekaligus mandi di kawasan Pantai Tajungan, Dusun Cangak, Desa Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah, Minggu, 10 Mei 2026.

Korban diketahui bernama Ahmad Badrus Sholeh Alfaqih, warga Dusun Paneneran, Desa Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah. Korban sempat dinyatakan hilang setelah terbawa ombak sekitar pukul 06.00 WIB sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh warga setempat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat korban bersama tiga orang temannya mendatangi kawasan pantai usai berolahraga pagi. Mereka kemudian bermain air dan mandi di sekitar bibir Pantai Tajungan.

Namun, kondisi ombak saat itu dilaporkan cukup tinggi disertai arus laut yang kuat. Saat sedang berada di area pantai, korban tiba-tiba terseret ombak ke tengah laut. Salah satu temannya sempat berusaha memberikan pertolongan dengan memegang tangan korban, tetapi derasnya arus membuat pegangan tersebut terlepas.

Korban kemudian hilang dari pandangan, sementara dua teman lainnya berhasil menyelamatkan diri dan segera meminta bantuan warga sekitar.

Laporan kejadian tersebut diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang pada Minggu pagi sekitar pukul 07.12 WIB. Mendapat laporan itu, tim gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan asesmen sekaligus pencarian korban.

Kepala Pelaksana BPBD Sampang melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik, Moh Husin, mengatakan proses pencarian dilakukan bersama sejumlah unsur SAR gabungan menggunakan perahu karet di sekitar lokasi korban tenggelam.

“Tim gabungan langsung melakukan pencarian di titik lokasi korban terbawa arus. Proses pencarian melibatkan berbagai unsur SAR dan masyarakat setempat,” ujarnya.

Dalam operasi pencarian tersebut, korban akhirnya ditemukan oleh warga dalam keadaan meninggal dunia. Saat ditemukan, terdapat luka pada bagian pelipis mata korban yang tampak menghitam akibat benturan saat terbawa arus laut.

Setelah dievakuasi, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian masyarakat setempat karena kawasan pantai selatan Sokobanah diketahui memiliki karakter ombak yang cukup kuat, terutama saat kondisi cuaca dan angin berubah.

BPBD Sampang mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak ketika beraktivitas di kawasan pantai. Selain itu, warga juga diminta lebih berhati-hati saat mandi atau bermain air di laut meskipun kondisi cuaca terlihat cerah.

Adapun unsur yang terlibat dalam operasi SAR gabungan meliputi Basarnas, BPBD Kabupaten Sampang, Pos AL Banyuates, Samapta Polres Sampang, Polsek Sokobanah, serta masyarakat setempat.

Setelah ditemukannya korban, operasi SAR gabungan resmi ditutup. Seluruh personel dari berbagai unsur yang terlibat dalam proses pencarian selanjutnya kembali ke satuan dan pos masing-masing setelah sebelumnya memastikan seluruh rangkaian evakuasi berjalan aman serta kondusif.***