Warga Buker Bersatu Bangun Plengsengan dan Drainase Demi Akses Jalan Aman

avatar jatiminvestigasinews.id
  • URL berhasil dicopy
Warga Dusun Buker kompak bekerja malam hari membangun drainase dan plengsengan secara swadaya demi keselamatan akses jalan/Bn.
Warga Dusun Buker kompak bekerja malam hari membangun drainase dan plengsengan secara swadaya demi keselamatan akses jalan/Bn.

Jatiminvestigasinews.id, Sampang - Semangat gotong royong masih tumbuh kuat di tengah masyarakat Dusun Buker, Desa Buker, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang. Tanpa menunggu bantuan datang, warga memilih bergerak bersama melakukan pelebaran jalan, pembangunan plengsengan, sekaligus saluran air demi memperbaiki akses yang selama ini dinilai rawan dan sempit.

Pembangunan dilakukan secara swadaya dengan melibatkan masyarakat setempat. Setiap malam, puluhan warga terlihat berkumpul di lokasi membawa alat seadanya. Ada yang menggali tanah, mengangkut batu, meratakan badan jalan, hingga menyusun pondasi plengsengan di sisi jalan.

Jalur yang diperbaiki memiliki panjang kurang lebih 500 meter dengan lebar jalan sekitar tiga hingga empat meter. Selain pelebaran jalan, warga juga membangun saluran air di sisi kanan dan kiri jalan untuk mengantisipasi luapan air saat musim hujan.

Seluruh pekerjaan dilakukan tanpa alat berat. Warga mengandalkan tenaga bersama serta kekompakan masyarakat kampung yang masih terjaga hingga saat ini.

Gerakan sosial tersebut merupakan inisiasi para tokoh sepuh dan tokoh muda Dusun Buker yang memiliki kepedulian terhadap kondisi akses jalan di wilayah mereka. Sejumlah tokoh masyarakat yang terlibat di antaranya H Ibrahim, H Nadhor, Habib Hasan, dan H Abd Fatah.

Awalnya masyarakat berencana melakukan pengecoran jalan. Namun setelah dilakukan musyawarah bersama, warga menilai pembangunan plengsengan dan saluran air lebih mendesak untuk dilakukan terlebih dahulu.

Pertimbangan tersebut diambil karena kondisi sisi jalan mulai terkikis akibat aliran air hujan yang selama ini tidak memiliki jalur pembuangan yang memadai.

Warga menilai, tanpa penanganan saluran air dan penguatan badan jalan, kerusakan akan terus terjadi meskipun jalan dicor. Karena itu masyarakat sepakat memprioritaskan pelebaran jalan, pembangunan plengsengan, dan drainase agar akses jalan lebih aman dan bertahan dalam jangka panjang.

Pendanaan pembangunan berasal dari hasil urunan warga dan bantuan para perantau asal Dusun Buker yang tetap peduli terhadap kondisi kampung halamannya.

Jalan tersebut merupakan akses penting menuju kawasan religi Bujuk Buker sekaligus jalur penghubung menuju Karang Anyar, Kecamatan Tambelangan. Selama bertahun-tahun, kondisi jalan disebut sering mengalami kerusakan di bagian pinggir akibat tidak adanya saluran air yang memadai.

Salah seorang warga mengatakan, ketika hujan deras turun, air langsung meluber ke badan jalan sehingga perlahan mengikis sisi jalan dan membahayakan pengguna yang melintas.

“Kalau musim hujan air langsung turun ke jalan karena belum ada saluran. Pinggir jalan lama-lama terkikis dan cukup berbahaya,” ujarnya saat ikut bergotong royong.

Kondisi tersebut akhirnya mendorong masyarakat mengambil langkah bersama agar kerusakan tidak semakin parah. Warga sepakat menyumbang sesuai kemampuan masing-masing demi mempercepat proses pembangunan.

Sebagian warga menyumbang tenaga dan material bangunan, sementara kebutuhan konsumsi untuk masyarakat yang bekerja setiap malam dilakukan secara bergiliran sesuai jadwal yang telah disepakati bersama. Pola kebersamaan itu membuat suasana gotong royong tetap terjaga dan terasa ringan bagi seluruh warga.

Partisipasi juga datang dari para perantau asal Dusun Buker yang berada di luar daerah. Bantuan dana yang dikirim menjadi bentuk kepedulian terhadap pembangunan fasilitas umum di kampung halaman mereka.

Tidak ada seremoni besar ataupun pemasangan baliho dalam pembangunan tersebut. Seusai menjalankan aktivitas sehari-hari, warga langsung berkumpul di lokasi pekerjaan untuk bekerja bersama secara bergantian hingga malam hari.

Kekompakan masyarakat Dusun Buker mendapat perhatian warga sekitar. Di tengah keterbatasan fasilitas dan minimnya dukungan, masyarakat tetap mampu menunjukkan kepedulian terhadap kebutuhan lingkungan mereka sendiri.

Pembangunan jalan, plengsengan, dan saluran air itu dinilai bukan sekadar proyek fisik biasa. Infrastruktur dasar seperti akses jalan dan drainase memiliki kaitan langsung dengan keselamatan masyarakat, terutama bagi warga yang setiap hari melintasi jalur tersebut.

Apalagi akses itu menjadi jalur penting menuju kawasan religi Bujuk Buker sekaligus penghubung antarwilayah menuju Karang Anyar Tambelangan. Jika kerusakan terus dibiarkan, kondisi jalan dikhawatirkan semakin menyempit dan rawan longsor saat hujan turun dengan intensitas tinggi.

Melalui pembangunan swadaya tersebut, warga berharap akses jalan menjadi lebih aman, nyaman, dan dapat bertahan dalam jangka panjang. Bagi masyarakat Dusun Buker, gotong royong bukan hanya tradisi lama, melainkan kekuatan utama untuk menjaga kebutuhan bersama ketika keadaan menuntut untuk segera bergerak.*