Serangan Tikus di Margantoko Resahkan Petani, Penyuluh Pertanian Siapkan Pengendalian Serentak

avatar jatiminvestigasinews.id
  • URL berhasil dicopy
Hamparan padi di Desa Margantoko terlihat mengalami kerusakan akibat serangan hama tikus di area persawahan warga/Bn.
Hamparan padi di Desa Margantoko terlihat mengalami kerusakan akibat serangan hama tikus di area persawahan warga/Bn.

Jatiminvestigasinews.id, Sampang - Serangan hama tikus di area persawahan Desa Margantoko, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, mulai menimbulkan keresahan di kalangan petani. Dalam beberapa pekan terakhir, hama tersebut dilaporkan menyerang sejumlah lahan padi warga dan merusak tanaman yang sedang memasuki masa pertumbuhan hingga pengisian bulir.

Kondisi itu membuat petani khawatir hasil panen musim ini menurun apabila serangan hama tidak segera ditangani secara serius dan menyeluruh.

Kerusakan tanaman disebut terus bertambah, terutama pada sawah yang berada di pinggiran area persawahan.

Serangan tikus umumnya terjadi pada malam hari. Hama tersebut merusak batang padi hingga menyebabkan tanaman roboh. Sebagian bulir padi juga dilaporkan rusak akibat digerogoti tikus.

Salah seorang petani setempat, Rahman, mengatakan populasi tikus pada musim tanam tahun ini dinilai lebih banyak dibanding musim sebelumnya. Menurutnya, kondisi itu membuat petani kesulitan menjaga tanaman mereka dari ancaman hama.

“Kalau pagi hari banyak tanaman yang sudah rusak dan roboh. Hampir setiap malam tikus masuk ke sawah. Petani sekarang khawatir hasil panennya tidak maksimal,” ujarnya.

Rahman menambahkan, warga sebenarnya telah melakukan berbagai cara tradisional untuk mengurangi serangan tikus, mulai dari memasang jebakan, melakukan pengasapan di sekitar lubang tikus, hingga menjaga sawah pada malam hari. Namun upaya tersebut dinilai belum mampu menekan penyebaran hama secara signifikan.

Petani berharap pengendalian dilakukan secara bersama-sama karena tikus mudah berpindah dari satu lahan ke lahan lainnya. Jika penanganan hanya dilakukan sebagian petani, maka hama tetap akan berkembang dan menyerang area sawah lain.

“Kalau tidak dilakukan serentak, tikus hanya pindah tempat. Hari ini di sawah sebelah, besok pindah lagi ke sawah lain,” kata petani lainnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Badan Penyuluh Pertanian Jrengik, Moh. Imam Suaidi, SP, menjelaskan bahwa pihaknya sebelumnya telah menerima laporan serangan hama tikus dari Ketua Kelompok Tani Harapan Makmur Desa Majengan, Muaddin.

Menurut Imam, setelah menerima laporan tersebut, para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se-Kecamatan Jrengik bersama Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Kecamatan Jrengik langsung mendatangi lokasi pada Senin 30 April 2026 dengan membawa rodentisida atau racun tikus untuk melaksanakan gerakan pengendalian hama secara serentak.

“Ada laporan dari Ketua Poktan Harapan Makmur Desa Majengan terkait serangan hama tikus. Setelah itu para PPL bersama POPT Kecamatan Jrengik mendatangi lokasi dengan membawa rodentisida untuk melaksanakan gerakan pengendalian,” kata Imam kepada Jatiminvestigasinews.

Namun pelaksanaan gerakan pengendalian sempat ditunda karena kondisi cuaca hujan pada pagi hari. Rodentisida yang dibawa petugas kemudian diserahkan kepada ketua kelompok tani untuk digunakan dalam pelaksanaan pengendalian di hari berikutnya.

“Karena pagi itu hujan, gerakan pengendalian ditunda dan rodentisida sudah diserahkan kepada ketua kelompok tani untuk dilaksanakan di lain hari,” ujarnya.

Terkait kondisi di Desa Margantoko, Imam memastikan pihaknya akan turun langsung ke lokasi pada Senin mendatang untuk melihat kondisi serangan hama di area persawahan warga.

“Kami akan turun langsung hari Senin untuk melihat kondisi di lapangan sekaligus menyiapkan langkah pengendalian bersama,” tegas Imam kepada media ini.

Ia juga meminta kelompok tani segera melaporkan apabila terdapat serangan hama maupun penyakit tanaman agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Menurutnya, laporan dari kelompok tani sangat penting untuk mengetahui titik serangan dan menentukan langkah pengendalian di lapangan. Dengan adanya laporan, petugas bersama kelompok tani dapat segera melakukan gerakan pengendalian secara serentak agar penyebaran hama tidak semakin meluas.

“Kami berharap kelompok tani yang lain apabila ada serangan hama dan penyakit segera melaporkan kepada ketua kelompok tani untuk diteruskan ke POPT atau ke BPP Jrengik,” pungkasnya.

Warga berharap langkah penanganan dapat segera dilakukan mengingat sebagian tanaman padi saat ini berada pada fase penting menjelang panen. Petani khawatir apabila serangan terus berlangsung, kerusakan akan semakin meluas dan berdampak pada hasil produksi pertanian di Desa Margantoko.

Selain berharap adanya pendampingan dari petugas pertanian, warga juga meminta seluruh petani terlibat dalam pengendalian bersama agar penanganan berjalan maksimal. Dengan langkah serentak tersebut, petani berharap area persawahan kembali aman dan tanaman padi dapat tumbuh hingga masa panen tanpa gangguan hama yang lebih parah.*