Revitalisasi Lapangan Wonocolo Dikeluhkan, Tumpukan Rumput Membusuk di Depan SDN Wonocolo 1 Picu Bau Menyengat

avatar Bang Priyo
  • URL berhasil dicopy

Jatiminvestigasinews.id, // Sidoarjo – Proyek revitalisasi Lapangan Wonocolo di Kelurahan Wonocolo, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo kembali menjadi sorotan. Kali ini, tumpukan rumput dan tanah hasil pembersihan lahan proyek yang dibiarkan menumpuk di depan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Wonocolo 1 memicu keluhan dari pihak sekolah dan warga karena menimbulkan bau menyengat. Senin, (16/3/2026).

Pantauan di lokasi menunjukkan tumpukan rumput dan tanah hasil pembersihan lahan hanya ditumpuk di balik pagar proyek tanpa penanganan lebih lanjut. Kondisi tersebut membuat bau tidak sedap menyebar hingga ke area sekolah. Bau bahkan semakin terasa setelah hujan turun karena proses pembusukan rumput dan tanah menjadi lebih cepat akibat kelembapan.

Penjaga SDN Wonocolo 1, Ali, mengaku merasakan dampak langsung dari kondisi tersebut karena dirinya setiap hari berada di lingkungan sekolah.

“Dengan adanya penumpukan rumput dan tanah lapangan di depan sekolah, dampaknya langsung terasa di lingkungan sekolah karena menimbulkan bau tidak sedap yang sangat mengganggu. Saya sendiri merasakan baunya setiap hari karena selalu berada di sini. Sebenarnya sekolah sedang libur, tetapi karena ada kegiatan program Makanan Bergizi Gratis (MBG), para guru tetap masuk untuk membagikan MBG kepada siswa-siswi SDN Wonocolo 1,” jelasnya.

Keluhan juga datang dari warga sekitar yang merasa terganggu dengan bau menyengat yang berasal dari tumpukan rumput tersebut. Warga menilai kondisi ini menunjukkan lemahnya pengelolaan lingkungan di sekitar proyek revitalisasi lapangan.
Padahal proyek revitalisasi Lapangan Wonocolo diketahui dikerjakan oleh penyedia jasa CV. Sinergi Aircond Indonesia dengan konsultan pengawas CV. Mega Permai. Namun di lapangan, pengelolaan terkait pembersihan lahan dinilai tidak tertata dengan baik sehingga menimbulkan dampak lingkungan bagi masyarakat sekitar.

Situasi ini juga menjadi perhatian bagi Pemerintah Kelurahan Wonocolo. Warga berharap pihak kelurahan tidak hanya mengetahui kondisi tersebut dari laporan masyarakat, tetapi juga aktif turun ke lapangan untuk memastikan proyek yang berjalan di wilayahnya tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan maupun fasilitas pendidikan.

Warga menilai kelurahan memiliki peran penting untuk mendesak pihak pelaksana proyek, baik penyedia jasa maupun konsultan pengawas, agar segera melakukan penanganan terhadap tumpukan rumput dan tanah yang mulai membusuk tersebut.

“Jangan sampai proyek revitalisasi yang seharusnya memperbaiki fasilitas lingkungan justru menimbulkan masalah baru bagi masyarakat,” ujar salah satu warga sekitar.

Masyarakat berharap CV. Sinergi Aircond Indonesia selaku penyedia jasa, CV. Mega Permai sebagai konsultan pengawas, serta Pemerintah Kelurahan Wonocolo segera mengambil langkah konkret untuk membersihkan tumpukan rumput tersebut. 

Jika dibiarkan berlarut-larut, kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan lingkungan sekolah, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak kesehatan bagi siswa maupun warga di sekitar lokasi proyek.

(Umar Faruq)