Swadaya Jalan Kapasan Buker Kembali Berlanjut Setelah Sempat Terhenti karena Warga Meninggal
Jatiminvestigasinews.id, Sampang – Pembangunan jalan poros yang menghubungkan Desa Buker menuju Karang Anyar di Dusun Kapasan kembali dilanjutkan oleh warga. Kegiatan swadaya yang sebelumnya berjalan setiap malam itu sempat terhenti sementara karena adanya warga setempat yang meninggal dunia.
Penghentian sementara dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan kepedulian warga untuk melaksanakan kewajiban kifayah serta takziah kepada keluarga yang berduka. Setelah seluruh rangkaian prosesi selesai, masyarakat kembali berkumpul untuk melanjutkan pekerjaan pembangunan jalan.
Seperti sebelumnya, kegiatan dilaksanakan pada malam hari setelah salat tarawih. Warga secara bergotong royong meratakan material dan memperkeras badan jalan dengan penerangan lampu sederhana yang dipasang di sepanjang lokasi pekerjaan.
Semangat kebersamaan tampak jelas ketika warga dari berbagai kalangan ikut ambil bagian. Sebagian warga bekerja di badan jalan, sementara yang lain membantu menyiapkan peralatan dan penerangan agar pekerjaan tetap berjalan lancar hingga larut malam.
Pembangunan jalan poros tersebut merupakan hasil inisiatif tokoh masyarakat setempat, H. Nadhor, yang sejak awal mengajak warga untuk bersama-sama memperbaiki akses jalan yang sebelumnya rusak dan sulit dilalui.
Menurut H. Nadhor, jalan tersebut memiliki peran penting bagi aktivitas warga, terutama dalam menunjang mobilitas dan kegiatan ekonomi masyarakat.
“Jalan ini akses utama warga. Kalau kondisinya rusak tentu akan menghambat aktivitas sehari-hari. Alhamdulillah masyarakat kompak dan tetap semangat melanjutkan pekerjaan meski sempat terhenti,” ujarnya.
Pembangunan jalan ini sebelumnya telah mencapai sekitar 200 meter dari target sementara sepanjang 300 meter. Warga berharap sisa pekerjaan dapat segera diselesaikan agar jalan tersebut bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.
Dana pembangunan sebagian besar berasal dari sumbangan warga Desa Buker yang berada di luar negeri. Dukungan para perantau tersebut menjadi bukti kuatnya kepedulian terhadap kampung halaman.
Selain itu, pemuda desa juga berperan aktif dengan mendokumentasikan kegiatan swadaya tersebut melalui siaran langsung di media sosial. Upaya tersebut tidak hanya memperlihatkan proses pembangunan secara terbuka, tetapi juga berhasil menarik perhatian warganet yang memberikan dukungan dan donasi tambahan.
Seorang warga setempat mengaku bersyukur karena pembangunan jalan tersebut terus berlanjut. Menurutnya, jalan poros itu sangat dibutuhkan, terutama saat musim hujan ketika kondisi tanah menjadi licin dan sulit dilalui kendaraan.
“Dulu kalau hujan jalannya becek dan berlubang. Sekarang sudah mulai bagus karena diperkeras. Semoga segera selesai sampai target,” ungkapnya.
Warga optimistis sisa pengerjaan dapat diselesaikan dalam waktu dekat apabila dukungan material dan dana tetap tersedia. Bahkan, jika anggaran mencukupi, masyarakat berencana melanjutkan pembangunan melebihi target awal yang telah ditentukan.
Kegiatan swadaya ini menjadi bukti bahwa kekompakan dan semangat gotong royong masih kuat di tengah masyarakat desa. Melalui kebersamaan, warga Dusun Kapasan mampu membangun infrastruktur yang bermanfaat bagi lingkungan tanpa sepenuhnya bergantung pada bantuan pemerintah.
Semangat tersebut diharapkan dapat terus terjaga dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam membangun wilayahnya secara mandiri melalui solidaritas masyarakat.*
Editor : Sarbaini