Satu Tahun Kepemimpinan Fauzi–Imam, Deretan Capaian dan Catatan Publik di Sumenep

avatar Kabiro Sumenep
  • URL berhasil dicopy
Bupati dan wakil Bupati Sumenep
Bupati dan wakil Bupati Sumenep

Jatiminvestigasinews.id,SUMENEP – Satu tahun kepemimpinan Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H., bersama Wakil Bupati K.H. Imam Hasyim, S.H., M.H., diwarnai sejumlah capaian pembangunan yang diklaim menunjukkan tren positif di berbagai sektor strategis.senin 23.02.2026

Berdasarkan data yang dipublikasikan Pemerintah Kabupaten Sumenep, angka kemiskinan tercatat turun sebesar 0,76 persen, disebut sebagai penurunan tertinggi di Jawa Timur. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada di angka 1,64 persen, menempatkan Sumenep sebagai salah satu daerah dengan kinerja terbaik ketiga di provinsi tersebut.

Di bidang pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 70,54 persen dengan kategori tinggi. Pemerintah daerah juga membangun 286 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi warga kurang mampu dan terdampak bencana.

Pada sektor keagamaan dan sosial, Pemkab menyalurkan tunjangan sebesar Rp1,47 miliar kepada 1.225 guru ngaji, termasuk perlindungan BPJS Ketenagakerjaan. Di sisi infrastruktur, pembangunan jalan dan jembatan terus dilakukan sebagai jalur strategis penunjang aktivitas ekonomi masyarakat, baik di daratan maupun kepulauan.

Sektor pendidikan turut menjadi perhatian melalui program beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu serta rehabilitasi 45 sekolah. Di bidang kesehatan, layanan gratis melalui skema Universal Health Coverage (UHC) diperluas, disertai peningkatan status RSUD dr. H. Moh. Anwar menjadi rumah sakit tipe B.

Tak hanya itu, Mal Pelayanan Publik (MPP) kini menyediakan 221 jenis layanan, diperkuat dengan Call Center 112 untuk penanganan kegawatdaruratan. Sepanjang periode tersebut, Kabupaten Sumenep juga meraih 16 penghargaan tingkat regional dan nasional. Perlindungan jaminan ketenagakerjaan diberikan kepada 5.712 pekerja rentan dan petani tembakau.

Meski demikian, sejumlah kalangan menilai capaian tersebut perlu dikawal dengan pengawasan yang konsisten serta transparansi anggaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan hingga lapisan masyarakat paling bawah.

(Red)