‎Camat Jrengik Paparkan Mitigasi Banjir, Wakil Bupati Tekankan Pembangunan Partisipatif dalam Musrenbang RKPD 2027 ‎

avatar jatiminvestigasinews.id
  • URL berhasil dicopy
Sesi foto bersama Wakil Bupati Sampang, Lora Mahfudz AQ, Camat Jrengik, Khoirul Anam, Anggota DPRD kabupaten, Dapil Madura, beserta Kapolsek dan Danramil Kecamatan Jrengik/Bn.
Sesi foto bersama Wakil Bupati Sampang, Lora Mahfudz AQ, Camat Jrengik, Khoirul Anam, Anggota DPRD kabupaten, Dapil Madura, beserta Kapolsek dan Danramil Kecamatan Jrengik/Bn.

Jatiminvestigasinews.id, Sampang — Camat Jrengik Choirul Anam memaparkan sejumlah isu strategis wilayah dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Sampang Tahun 2027 yang digelar di Kecamatan Jrengik, Rabu (28/1/2026).

‎Dalam sambutannya, Choirul Anam menegaskan bahwa pemerintah kecamatan telah melakukan koordinasi lintas sektor dengan sejumlah instansi terkait, di antaranya PUSDA Jawa Timur dan Balai Besar Jalan Nasional, khususnya dalam penanganan banjir Sungai Panyiburan yang kerap berdampak pada aktivitas warga.

‎Salah satu langkah awal yang telah dilakukan adalah sosialisasi dan edukasi pembentukan DESTANA (Desa Tangguh Bencana). Dari total 14 desa di Kecamatan Jrengik, saat ini baru tiga desa yang telah membentuk DESTANA.

‎“Kami telah melakukan sosialisasi dan edukasi pembentukan DESTANA. Dari 14 desa yang ada, baru tiga desa yang sudah terbentuk,” ujar Choirul Anam.

‎Sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana berbasis lingkungan, pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa juga telah melakukan penanaman 1.000 pohon di bantaran Sungai Panyiburan serta 1.000 pohon lainnya di Desa Kotah guna memperkuat daerah resapan air.

‎Terkait normalisasi Sungai Panyiburan, Camat Jrengik menyampaikan bahwa PUSDA Jawa Timur telah melakukan pengerjaan. Namun, hasil normalisasi yang masih berupa tanggul urugan tanah dinilai berpotensi jebol saat debit air meningkat.

‎“Urugan tanah hasil normalisasi masih berpotensi jebol saat debit air tinggi. Harapannya ke depan dapat dibangun bronjong atau penguatan permanen agar luapan Sungai Panyiburan tidak kembali terjadi,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah kecamatan juga telah berkoordinasi dengan Balai Besar Jalan Nasional terkait rencana pembangunan saluran drainase di sisi utara jalan nasional sepanjang kurang lebih 3,5 kilometer, mulai dari Desa Panyepen hingga wilayah barat jembatan Desa Jrengik. Rencana ini dinilai mendesak mengingat sejak peninggian badan jalan nasional, genangan air semakin meluas hingga Desa Jrengik dan Desa Taman.

Untuk mempercepat penguraian genangan, direncanakan pembangunan tiga titik crossing di Desa Panyepen, Desa Taman, dan Desa Jrengik agar aliran air dapat lebih cepat menuju sisi selatan jalan nasional.

‎Sementara itu, Wakil Bupati Sampang H. Ahmad Mahfudz yang hadir langsung dalam Musrenbang tersebut menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar kegiatan seremonial atau rutinitas administratif. Ia menekankan pentingnya keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan agar program pembangunan yang dirumuskan benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat.

‎“Pembangunan yang berkualitas harus bersifat partisipatif dan tidak berjalan secara eksklusif atau elitis,” tegasnya.

‎Dalam arahannya, Wakil Bupati memaparkan tema pembangunan RKPD Kabupaten Sampang Tahun 2027, yakni Mendorong Peningkatan Daya Saing Daerah dan Kualitas Layanan Dasar yang Merata. Tema tersebut dijabarkan ke dalam empat prioritas utama, meliputi peningkatan kualitas sumber daya manusia, percepatan penurunan angka kemiskinan, penguatan infrastruktur dan konektivitas berwawasan lingkungan, serta transformasi tata kelola pemerintahan berbasis digital.

‎Ia juga memaparkan capaian indikator makro daerah sebagai bahan evaluasi bersama. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sampang tahun 2025 tercatat berada di angka 67,23, sementara angka kemiskinan berhasil ditekan hingga 20,61 persen. Meski menunjukkan tren perbaikan, capaian tersebut dinilai masih membutuhkan kerja keras seluruh pihak.

‎Secara khusus, Kecamatan Jrengik disebut sebagai wilayah strategis yang berfungsi sebagai penyangga perkotaan sekaligus pintu gerbang Kabupaten Sampang. Wakil Bupati mendorong optimalisasi potensi lokal, baik di sektor pertanian maupun wisata pedesaan, serta pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) secara transparan dan akuntabel.

Menutup arahannya, Wakil Bupati juga mengingatkan adanya kebijakan pengurangan transfer dana dari pemerintah pusat. Kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah hingga kecamatan untuk lebih cermat dalam menyusun skala prioritas pembangunan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap dapat terakomodasi di tengah keterbatasan anggaran.

‎Musrenbang RKPD 2027 di Kecamatan Jrengik ini turut dihadiri jajaran OPD terkait, kepala desa dan PJ desa se-Kecamatan Jrengik, serta unsur lintas sektor lainnya. Forum ini diharapkan menjadi pijakan awal lahirnya kebijakan pembangunan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.*