Jelang Pesta Demokrasi, Wartawan Audiensi ke Polres Sampang Desak Kapolres Pertahankan IPTU Sujiyono
Jatiminvestigsinews.id, Sampang– Sejumlah wartawan menggelar audiensi dengan jajaran Polres Sampang, Kamis (15/1/2026), guna menyuarakan aspirasi terkait rencana mutasi Kapolsek Sokobanah, IPTU Sujiyono, S.H. Audiensi yang berlangsung terbuka tersebut menyoroti urgensi menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang agenda pesta demokrasi.
Audiensi diterima langsung oleh Kapolres Sampang bersama Wakapolres, Kasat Intelkam, serta sejumlah Pejabat Utama Polres Sampang. Dalam forum tersebut, para wartawan menyampaikan kegelisahan publik atas rencana mutasi yang dinilai berpotensi menimbulkan kerawanan kamtibmas apabila dilakukan di momentum politik yang sensitif.
Direktur Utama Radar Kasus News, Erlangga Setiawan, S.H., yang juga menjabat Ketua Forum Wartawan Disabilitas Indonesia serta Ketua FKPRM Jawa Timur, menegaskan bahwa desakan ini bukan bentuk intervensi, melainkan aspirasi masyarakat yang perlu menjadi perhatian serius institusi kepolisian.
Menurutnya, IPTU Sujiyono selama menjabat Kapolsek Sokobanah dikenal memiliki pendekatan humanis, responsif terhadap persoalan warga, serta mampu membangun komunikasi efektif dengan tokoh masyarakat dan elemen lokal. Hal tersebut dinilai menjadi faktor utama terjaganya kondusivitas wilayah.
“Menjelang pesta demokrasi, stabilitas keamanan menjadi kebutuhan mutlak. Sokobanah membutuhkan figur yang sudah memahami karakter sosial dan potensi kerawanan wilayah. Mutasi di waktu yang tidak tepat berisiko menimbulkan gejolak,” ujar Erlangga.
Para wartawan juga menyoroti rekam jejak IPTU Sujiyono dalam pengamanan Pilkada sebelumnya. Saat itu, wilayah Sokobanah yang sempat dikategorikan rawan konflik mampu dijaga tetap aman dan terkendali tanpa eskalasi berarti.
Dalam audiensi tersebut, ditegaskan bahwa persoalan ini tidak semata berkaitan dengan jabatan struktural, melainkan menyangkut efektivitas pengamanan dan kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum di tingkat wilayah.
“Stabilitas yang terbangun saat ini merupakan fakta lapangan. Jangan sampai kebijakan yang kurang tepat justru menciptakan ruang konflik baru,” ungkap salah satu wartawan peserta audiensi.
Menanggapi aspirasi tersebut, pihak Polres Sampang menyatakan menerima seluruh masukan secara terbuka. Kapolres dan Wakapolres menyampaikan komitmen untuk menampung, mengkaji, serta membahas aspirasi tersebut sesuai mekanisme dan pertimbangan institusional.
Meski demikian, para wartawan menegaskan akan terus mengawal kebijakan tersebut demi kepentingan publik. Mereka menilai, keamanan dan ketertiban masyarakat harus menjadi prioritas utama, terutama menjelang agenda politik yang berpotensi meningkatkan dinamika sosial di tengah masyarakat.
Bahkan, dalam audiensi itu disampaikan bahwa apabila tidak terdapat respons konkret atau titik temu atas aspirasi yang disampaikan, langkah lanjutan secara terbuka dan demokratis akan dipertimbangkan sebagai bentuk kontrol sosial dan penyampaian pendapat di ruang publik.*
Editor : Sarbaini