‎KH Imam Sutaji Tekankan Pentingnya Adab dalam Mendidik Anak pada Haflatul Imtihan ke-36 MD Miftahuddin Jrengik

avatar jatiminvestigasinews.id
  • URL berhasil dicopy
Prosesi wisuda Haflatul Imtihan MD Miftahuddin Plakaran Jrengik, dengan penceramah KH Imam Sutaji, 27/12/2025.
Prosesi wisuda Haflatul Imtihan MD Miftahuddin Plakaran Jrengik, dengan penceramah KH Imam Sutaji, 27/12/2025.

Jatiminvestigasinews.id, Sampang – Pendidikan anak tidak cukup hanya menitikberatkan pada kecerdasan intelektual, melainkan harus diawali dengan pembentukan adab dan akhlak mulia. Penegasan tersebut disampaikan KH Imam Sutaji asal Sumenep, Madura, saat memberikan mauidlah hasanah dalam acara Haflatul Imtihan ke-36 Madrasah Diniyah MD Miftahuddin, Desa Plakaran, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang.

‎Kegiatan yang berlangsung khidmat itu dihadiri wali santri, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta dewan asatidz MD Miftahuddin. Sejumlah ulama dan tokoh turut hadir, di antaranya KH Said Samwil, KH Slamet, KH Sayafiuddin, Kepala Desa Plakaran H Nur Hasan, serta Pengasuh MD Miftahuddin Nyai Hj Muazzeh.

‎Haflatul Imtihan merupakan agenda tahunan madrasah diniyah sebagai sarana evaluasi hasil pendidikan santri, sekaligus momentum memperkuat komitmen bersama dalam mendidik generasi penerus yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Dalam rangkaian acara tersebut, panitia juga melaksanakan prosesi wisuda santri. Sebanyak lima wisudawan dan wisudawati mengikuti prosesi dengan penuh khidmat, yakni Iflah, Afnan Mahdum, Nailal Amani, Muhammad Rifqi, dan Ikmal Fariz. Prosesi ini menjadi simbol keberhasilan santri dalam menempuh pendidikan di Madrasah Diniyah MD Miftahuddin serta menjadi momen haru dan kebanggaan bagi para orang tua.

‎Dalam tausiyahnya, KH Imam Sutaji menegaskan bahwa tujuan utama pendidikan Islam adalah melahirkan generasi yang bertakwa, beriman, dan berakhlak mulia. Ilmu pengetahuan yang tinggi, menurutnya, tidak akan bernilai jika tidak disertai adab yang baik.

‎“Dalam pendidikan Islam dikenal ungkapan ta’addabu tsumma ta’allamu, ajarilah adab terlebih dahulu sebelum mencari ilmu. Adab adalah pondasi utama, sedangkan ilmu akan menjadi cahaya ketika ditopang oleh akhlak yang mulia,” ujar KH Imam Sutaji di hadapan jamaah.

‎Ia juga menekankan peran strategis orang tua dan guru sebagai teladan utama bagi anak-anak. Pendidikan adab, lanjutnya, tidak cukup hanya disampaikan melalui nasihat, tetapi harus dicontohkan dalam kehidupan sehari-hari.

‎“Anak-anak adalah peniru yang ulung. Apa yang mereka lihat dan dengar dari orang tua serta guru itulah yang akan membentuk kepribadian mereka. Mendidik anak sejatinya adalah mendidik diri sendiri agar layak menjadi teladan,” tegasnya.

‎Sementara itu, Pengasuh MD Miftahuddin melalui pengurus dan panitia Abdul Muhyi Karim menyampaikan bahwa Haflatul Imtihan ke-36 menjadi wujud rasa syukur atas eksistensi madrasah diniyah yang telah puluhan tahun berkhidmat mencetak generasi berakhlakul karimah di Desa Plakaran dan sekitarnya.

‎Mengusung tema Bertakwa, Beriman, dan Berakhlak Mulia, pihak madrasah berharap para santri tidak hanya mampu membaca dan memahami ilmu agama, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan bermasyarakat.

‎Usai rangkaian acara inti, Haflatul Imtihan dilanjutkan dengan hiburan bernuansa islami yang disambut antusias oleh para santri dan wali santri. Suasana semakin semarak saat panitia menggelar undian berhadiah sebagai bentuk apresiasi dan kebersamaan, sekaligus menambah kehangatan di penghujung acara.

‎Acara Haflatul Imtihan ke-36 MD Miftahuddin kemudian ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan ilmu bagi para santri serta kekuatan bagi para pendidik dan orang tua dalam mengemban amanah mendidik generasi masa depan yang beradab, berilmu, dan beriman.**