Sarang Burung Hantu di Plakaran Ganggu Kenyamanan Warga, Damkar Sampang Turun Tangan
Jatiminvestigasinewsi.d, Sampang — Keberadaan gerombolan burung hantu di sebuah rumah berlantai dua di Desa Plakaran, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, membuat warga sekitar merasa was-was. Hewan nokturnal itu diketahui telah menghuni bangunan tersebut selama kurang lebih delapan bulan dan kian meresahkan.
Keluhan tersebut dilaporkan oleh pemilik rumah bernama Naufal kepada Satuan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Sampang, pada Senin (27/10/2025) pukul 07.22 WIB.
Kasi Operasi Pemadaman dan Penyelamatan Damkar Sampang, Maftuh Fathurrahman, mengungkapkan bahwa burung hantu tersebut tidak sekadar singgah. Mereka telah berkembang biak dan menimbulkan gangguan serius bagi penghuni rumah.
“Jumlahnya sekitar sepuluh ekor. Burung-burung itu sering membawa bangkai tikus ke dalam rumah sehingga menimbulkan bau menyengat,” jelas Maftuh, Selasa (28/10/2025).
Selain bau, sisa bangkai tikus juga dikhawatirkan menjadi sumber penyakit dan mengotori lingkungan sekitar.
Sarang burung berada di area loteng lantai dua, membuat proses evakuasi tidak mudah. Petugas Damkar menggunakan galah panjang dan jaring untuk menangkap seluruh burung secara hati-hati.
“Kami tiba di lokasi pukul 08.04 WIB dan langsung melakukan penanganan. Evakuasi berlangsung selama tiga jam,” ujarnya.Beruntung, seluruh burung berhasil diamankan tanpa menimbulkan kerusakan maupun cedera.
Petugas menegaskan, keberadaan satwa liar di permukiman harus segera dilaporkan agar penanganan dapat dilakukan secara profesional dan aman.Pihak Damkar juga memastikan burung hantu yang dievakuasi akan ditempatkan sesuai prosedur agar tetap terlindungi.*Editor : Sarbaini