Momen Penuh Berkah, H Asis Gelar Peringatan Maulid Nabi di Torjun

avatar jatiminvestigasinews.id
  • URL berhasil dicopy
Oplus_16908288
Oplus_16908288

Jatiminvestigasinews.id, Sampang – Lantunan sholawat Nabi Muhammad SAW menggema khidmat di kediaman H. Asis, tokoh pemuda Dusun Keddeng, Desa Torjun, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang. Acara yang digelar pada Rabu malam (17/9/2025) ini menjadi momen penuh berkah sekaligus bukti kuat bahwa kecintaan umat kepada Rasulullah tetap terjaga dari masa ke masa.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam kali ini menghadirkan sejumlah tokoh agama yang dikenal dengan suara merdunya dalam melantunkan sholawat.

KH Wefak dari Prajen Camplong, Ra Mundir dari Bringin Nonggal Torjun, serta Ra Subaidi dari Kampung Sedde’en tampil bersama dalam satu majelis.

Suara KH Wefak yang khas berpadu indah dengan lantunan Ra Mundir dan Ra Subaidi. Jamaah yang hadir merasakan getaran batin saat sholawat dilantunkan penuh penghayatan. Bagi sebagian besar warga, kesempatan mendengarkan langsung suara emas ketiga kiai itu merupakan pengalaman langka sekaligus berkesan.

“Lantunannya membuat hati tenang. Rasanya ingin terus mendengar tanpa henti. Suara KH Wefak dan para kiai lain benar-benar menyentuh jiwa,” ujar H. Maklum, tokoh masyarakat dari Kampung Sedde’en.

Kediaman H. Asis dipadati warga dari berbagai lapisan usia. Ada anak-anak, remaja, hingga orang tua yang datang bersama keluarga. Meski suasana ramai, rasa khidmat tetap terjaga. Jamaah tampak larut dalam doa, syair, dan dzikir yang dibawakan para kiai.

Bagi masyarakat Torjun, peringatan Maulid Nabi bukan hanya sekadar acara ritual, melainkan wadah silaturahmi dan pengikat persaudaraan. Mereka percaya, kebersamaan dalam lantunan sholawat mampu memperkuat ikatan sosial dan menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW memiliki makna mendalam. Melalui bacaan sholawat, umat Islam diajak untuk menumbuhkan rasa cinta kepada Rasulullah sekaligus meneladani akhlaknya.

Madura dikenal sebagai daerah yang memiliki tradisi kuat dalam memperingati hari-hari besar Islam, termasuk Maulid Nabi. Tidak hanya di masjid dan mushalla, peringatan juga sering digelar di rumah warga dengan nuansa sederhana namun penuh kehangatan.

Di Torjun, tradisi melantunkan sholawat bersama menjadi bagian penting dalam perayaan. Syair-syair pujian kepada Nabi Muhammad dipercaya mampu mendekatkan hati jamaah kepada Sang Rasul.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana dakwah yang efektif untuk mempererat ukhuwah Islamiyah.

“Kalau setiap tahun acara seperti ini digelar, insyaallah masyarakat akan semakin rukun. Sholawat membawa ketenangan, dan ketenangan itu yang membuat hubungan sesama warga semakin erat,” tutur salah jamaah.

Meski sederhana, acara tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi warga. Mereka merasa tidak hanya mendapat hiburan rohani, tetapi juga ketenangan batin yang jarang ditemukan dalam kesibukan sehari-hari.

H. Asis sebagai tuan rumah mengaku bahagia bisa menggelar peringatan ini. Menurutnya, Maulid Nabi merupakan momentum penting untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus mengenang perjuangan Rasulullah dalam menyebarkan Islam.

“Semoga acara ini membawa berkah untuk kita semua, mempererat tali silaturahmi, dan menumbuhkan cinta kita kepada Nabi Muhammad SAW,” ucapnya penuh syukur.

Peringatan Maulid Nabi di Dusun Keddeng bagi warga, ini adalah pengingat agar nilai-nilai Islam tetap hidup di tengah masyarakat modern. Sholawat yang bergema diyakini sebagai cahaya yang menuntun umat pada kedamaian, persatuan, dan keberkahan hidup.*

(Beny)