Kerja Sama PAS Kedungdung dan MCS Diharapkan Jadi Pemacu Potensi Desa
Jatiminvestigasinews.id, Sampang – Persaudaraan Abadi Sampang (PAS) Kecamatan Kedungdung menjalin kerja sama strategis dengan Media Center Sampang (MCS) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), Selasa (9/9/2025) siang. Langkah ini dimaksudkan untuk memperkuat branding desa sekaligus mempercepat pembangunan di 18 desa yang ada di Kecamatan Kedungdung.
Ketua PAS Kedungdung, H. Sukirno, menyebutkan bahwa kerja sama dengan MCS akan memberi banyak manfaat bagi pemerintahan desa dan masyarakat luas.
Ia menegaskan, MCS memiliki rekam jejak profesional dan kredibel, karena berisi wartawan serta aktivis LSM berpendidikan yang dikukuhkan langsung oleh Bupati Sampang H. Slamet Junaidi bersama Wakil Bupati H. Akhmad Mahfudz.
“Saya optimistis MoU ini bisa membawa perubahan besar. Kepala desa dan pejabat desa di Kedungdung sepakat untuk bersinergi dengan MCS demi kemajuan bersama,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran MCS dengan motto Pusat Informasi Terpercaya dan Mencerdaskan akan menjadi solusi dari persoalan yang selama ini dihadapi desa. Pasalnya, tidak sedikit aparat desa yang kerap dibingungkan oleh oknum tidak profesional yang mengatasnamakan wartawan atau LSM.
“Melalui kerja sama ini, desa akan lebih mudah membuka potensi unggulan, mengembangkan BUMDes, serta menjaga suasana sosial yang harmonis demi kesejahteraan warga,” lanjut H. Sukirno.
Sementara itu, Ketua MCS, Fathor Rahman, S.Sos, menegaskan pihaknya akan fokus pada asas manfaat dalam menjalankan program kerja. Ia menilai pembangunan di Kabupaten Sampang membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk peran wartawan dan LSM yang profesional, beretika, dan berwawasan luas.
“Pemerintahan desa adalah garda terdepan pembangunan. Karena itu, kami siap mengawal dan membangun citra positif desa agar lebih dikenal, baik di tingkat lokal maupun luar daerah,” tegasnya.
Fathor Rahman yang akrab disapa Mamang itu menambahkan, kerja sama ini akan membuka peluang besar bagi berkembangnya investasi, pariwisata, serta penyediaan fasilitas publik di tingkat desa.
Dengan begitu, percepatan pembangunan diharapkan segera tercapai dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“Jika branding desa berjalan maksimal, maka otomatis investor, wisatawan, maupun pihak lain akan tertarik ke Sampang. Dampaknya, lapangan kerja baru terbuka dan kualitas hidup masyarakat meningkat,” pungkasnya.
(Beny)
Editor : Sarbaini