Maestoh Stone Gelar Lomba Uji Tembak Akik: Buktikan Kekebalan Batu, Peserta Tembus 1000 Akik!

avatar jatiminvestigasinews.id
  • URL berhasil dicopy

Jatiminvestigasinews.id, Sumenep -Fenomena unik dan menarik tersaji di Sumenep dalam rangka perayaan HUT RI ke-80 Maestoh Stone sukses menggelar lomba uji tembak akik yang berbeda dari biasanya di Lapangan Mahadewa SF Pangarangan , pada Minggu, 31 Agustus 2025 . Lebih dari sekadar kompetisi, acara ini menjadi ajang pembuktian kekuatan mistis batu akik, dengan peserta yang membludak hingga 1000 akik!

Lomba uji tembak akik ini berbeda dari lomba akik pada umumnya. Tujuannya adalah untuk mencari batu akik yang dipercaya memiliki kekuatan "anti tembak" atau kekebalan terhadap peluru. Para peserta sangat antusias sekali dengan harapan dapat membawa salah satu hadiah yang telah dipersiapkan oleh panitia, yaitu:

- Juara 1: Tropy, piagam, dan sepeda motor Mio​- Juara 2: Tropy, piagam, dan kulkas​- Juara 3: Tropy, piagam, dan kompor gas​- Juara 4: Piagam dan kipas angin​- Juara 5-10: Piagam dan hadiah hiburan

Selain hadiah utama, para peserta juga berkesempatan memenangkan doorprize menarik.

Pendaftar lomba tidak hanya datang dari Kabupaten Sumenep saja, akan tetapi dari 4 kabupaten di Madura dan dari berbagai komunitas pecinta batu akik.

Berikut adalah daftar para pemenang yang berhasil membuktikan kekuatan batu akik mereka:

Juara pertama diraih oleh Salawi dari Gapura (No. Peserta 0340). Juara kedua adalah Samsuri dari Puser Bumi Sampang (No. Peserta 0554). Gus Arif dari Surabaya berhasil meraih juara ketiga (No. Peserta 0664). Urip Junaidi dari Pangarangan menempati posisi keempat (No. Peserta 00543). Masteka dari Bangkalan meraih juara kelima (No. Peserta 0795).

Selanjutnya, Toher dari Sniper Pantura berhasil meraih juara keenam (No. Peserta 0899). Riyadi dari Talango menempati posisi ketujuh (No. Peserta 0935). Amirul dari Kalianget meraih juara kedelapan (No. Peserta 0972). Khairul Anan dari Komunitas Poser Bumi Sampang berhasil meraih juara kesembilan (No. Peserta 1019). Dan yang terakhir, Gus Imron dari Petrus Surabaya berhasil meraih juara kesepuluh (No. Peserta 0975).

H. And Aziz, ketua komunitas Panca Warna dari Sampang, mengatakan, "Saya sangat senang dengan adanya lomba ini selain bisa memamerkan kesaktian batu yang saya miliki. Manfaat lain adalah bisa menyambung tali silaturahmi antar pecinta batu akik di manapun berada."

Di lain tempat, penyelenggara lomba, Ki Sadar, menyampaikan diadakannya lomba ini adalah untuk menumbuh kembangkan budaya lokal cinta batu akik yang mengandung nilai mistis peninggalan nenek moyang. "Di era yang serba digital ini sangat jarang generasi muda pecinta batu akik. Diharapkan dengan adanya ivent ini dapat muncul pemula sebagai pewaris budaya leluhur kita," ujarnya.

Acara ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga melestarikan kepercayaan dan tradisi masyarakat terhadap kekuatan batu akik. Diharapkan, kegiatan ini dapat terus dilakukan untuk menggali potensi dan kearifan lokal yang ada di Madura.

( Joko )