Harapan Guru Terhadap Pemerintah Untuk Perbaikan Fasilitas Sekolah Yang Tidak Layak

avatar jatiminvestigasinews.id
  • URL berhasil dicopy

Jatiminvestigasinews.idi, Sumenep - Kondisi sebuah sekolah dasar negeri Torbang 3 wilayahi Dusun Tanonggul menjadi perhatian serius bagi Imam Syafi'i Kepala Sekolah SDN Torbang 3 yang berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah terkait fasilitas ruangan belajar yang sangat tidak layak.21 01 2025

Ruangan kelas yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar kerap mengalami kebocoran saat musim hujan. Tidak hanya itu, saat musim kemarau, ruangan terasa sangat panas sehingga mengganggu kenyamanan siswa dan guru. Kondisi ini mengakibatkan menurunnya semangat belajar siswa dan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah tersebut.

"Saat hujan deras, air merembes ke dalam kelas, bahkan ada genangan di beberapa sudut ruangan. Ketika kemarau, suhu di dalam kelas sangat panas karena ventilasi udara yang tidak memadai," ungkap Imam Syafi'i

Menurut guru tersebut, pihak sekolah telah mengajukan permohonan rehabilitasi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten sejak beberapa waktu lalu. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut nyata yang diberikan.

"Saya sudah beberapa kali mengajukan usulan perbaikan kepada dinas terkait, tapi sayangnya belum ada respons. Padahal kondisi ini sangat mendesak. Kami ingin anak-anak dapat belajar dengan aman dan nyaman," tambahnya.

Tidak hanya berdampak pada proses belajar mengajar, kondisi bangunan sekolah yang memprihatinkan juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat sekitar. Beberapa warga menyatakan bahwa mereka ragu untuk menyekolahkan anak-anaknya di sekolah tersebut karena takut dengan potensi bahaya yang mengintai.

"Saya enggan menyekolahkan anak saya di sana. Takut nanti bangunannya roboh saat hujan deras. Lebih baik cari sekolah lain yang lebih aman," ujar salah satu warga yang tinggal di sekitar sekolah tersebut.

Harapan besar kini tertuju kepada pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep agar segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki fasilitas sekolah tersebut. Tidak hanya demi keselamatan siswa, tetapi juga untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan di sekolah tersebut.

"Saya berharap pemerintah segera turun tangan. Pendidikan adalah investasi masa depan, dan anak-anak kita berhak mendapatkan fasilitas yang layak untuk belajar," tutup guru tersebut.

Semoga harapan ini dapat didengar dan diwujudkan oleh pihak yang berwenang agar anak-anak di daerah tersebut dapat meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan yang berkualitas dan aman.

(Joko)