Sedekah Bumi di Wilayah RW 10 Ngagel Dadi, Lestarikan Budaya dan Kebersamaan Peringatan HUT RI Ke - 79

avatar jatiminvestigasinews.id
  • URL berhasil dicopy

Jatiminvestigasinews.id, Surabaya - Arak-arakan gunungan buah dan sayur dalam sedekah bumi Warga RW 10 Ngagel Dadi

menggelar rangkaian acara sedekah bumi atau bersih desa, di laksanakan di wilayah Warga RW 10 Ngagel Dadi , Kelurahan Ngagel Rejo, Kecamatan Wonokromo, pada Hari Sabtu (31/8/2024) sore.

Acara sedekah Bumi Erny, selaku panitia penyelenggara dan di hadiri Agnes, selaku Ketua RW 10 Ngagel Dadi, berserta seluruh Rt 01 sampai Rt 09,dan Kader PKK RW 10 Ngagel Dadi, tak lupa Cut Wulandari Dian, selaku Lurah Ngagel Rejo, Maria Agustin, sebagai Camat Wonokromo. Tak lupa turut hadiri acara sedekah bumi. Dr. Ikhsan, S. Psi, MM. Sebagai Sekretaris Daerah Kota Surabaya, dan tak lupa pengamanan dari kecamatan Wonokromo 3 Pilar di siagakan untuk acara sedekah Bumi.Acara tersebut dilanjutkan Pak is, sebagai pemimpin Doa dan juga merangkap Modin RW 10 Ngagel Dadi, kelurahan Ngagel Rejo.

Agnes telah mengatakan ke awak media Jatim Investigasi Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan budaya dan mempererat silaturahim antar warga itu, diawali dengan kirab dan arak-arakan gunungan,dan karnaval mengitari Jalan Ngagel Dadi.dan malam harinya di lanjutkan pembagian hadia lomba dan seni tari dan di hibur Surono Gondo Taruno sebagai dalang wayang kulit dari Sidoarjo

Warga yang melangsungkan sedekah bumi tersebut, bukan hanya membawa gunungan buah dan sayuran, tetapi juga menampilkan tari-tarian tradisional lengkap dengan pakaian batik dengan diiringi musik selama kirab.

Setelah tuntas melakukan kirab dan arak-arakan gunungan, warga Ngagel Dadi melanjutkan proses sedekah bumi dengan doa bersama lintas agama.

Kemudian, prosesi sedekah bumi dilanjut dengan rebutan gunungan dan sambutan. Setelah itu, warga menutup kegiatan dengan makan nasi tumpeng bersama seluruh warga yang tergabung dalam RW 10 Ngagel Dadi.

Agnes Ketua RW 10 Ngagel Dadi mengatakan, bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk pengucapan rasa terima kasih kepada Tuhan yang Maha Kuasa yang telah memberikan nikmat dan rahmat kepada warga Ngagel Dadi.

“Dan juga saatnya bahu membahu untuk membangun bersama, menjalin hubungan yang saling menguatkan,” ucapnya saat memberi sambutan.

Sementara itu Dr. Ikhsan, S. Psi, MM. Sebagai Sekretaris Daerah Kota Surabaya. Telah mengatakan, sedekah bumi yang juga dinamai sebagai bersih desa harus terus dilestarikan, karena juga sebagai bentuk menghormati orang-orang terdahulu yang telah berjuang untuk wilayah tersebut.

“Jadi kalau sudah memperingati, juga harus tahu perjuangan mbaurekso deso,” tuturnya.

Kegiatan syukuran bersama seperti sedekah bumi, kata dia, juga untuk mengingatkan bahwa hidup harus terus bersyukur atas apa yang telah didapat, sekaligus menghindari sifat kufur.

“Siapa yang syukur sama nikmatnya akan ditambah siapa yang kufur nikmatnya akan dicabut. Jadi syukur saling berbagi untuk ngalap barokahe, dan Alhamdulillah juga guyub, kalau guyub maka Surabaya akan makmur untuk mewujudkan baldatun thoyyibatun wa rabbun ghafur,” pungkasnya.

(Priyo)