Tokoh dan Warga Dusun Airmata Bantah Tudingan Pemerintah Desa Tidak Peduli

jatiminvestigasinews.id
Warga Dusun Airmata, Desa Jungkarang, Kecamatan Jrengik, bergotong royong memperbaiki jalan secara swadaya sambil menunggu realisasi pembangunan pemerintah desa/Istimeea/Bn.

Jatiminvestigasinews.id, Sampang  - Sejumlah warga Dusun Airmata, Desa Jungkarang, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, menyayangkan munculnya pemberitaan yang menyebut masyarakat tidak mengetahui Penjabat (PJ) Kepala Desa serta menilai pemerintah desa tidak hadir dalam pembangunan di wilayah mereka.

Warga menilai informasi tersebut tidak sepenuhnya benar dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Mereka menegaskan bahwa kegiatan swadaya perbaikan jalan yang dilakukan warga Dusun Airmata sebelumnya telah melalui komunikasi dan persetujuan dari Pemerintah Desa Jungkarang.

Tokoh masyarakat setempat, KH Umar Faruk, menyampaikan bahwa semangat gotong royong yang dilakukan warga seharusnya dipandang sebagai bentuk kebersamaan masyarakat, bukan dijadikan narasi negatif terhadap pemerintah desa.

“Swadaya yang dilakukan masyarakat itu bukan karena pemerintah desa tidak peduli. Sebelumnya sudah ada komunikasi dan persetujuan dari Pemdes Jungkarang. Bahkan pembangunan jalan tersebut sudah direncanakan untuk tahun ini,” ujarnya, Jumat (15/5/2026).

KH Umar Faruk juga menyayangkan adanya pemberitaan yang dinilai tidak melakukan konfirmasi secara menyeluruh kepada pihak-pihak terkait sebelum dipublikasikan.

“Kalau ada informasi yang berkembang di masyarakat, sebaiknya dikroscek dulu agar pemberitaan tetap berimbang dan tidak menimbulkan persepsi keliru di tengah warga,” katanya.

Hal senada juga disampaikan tokoh muda asal Dusun Airmata, Lora Khoiruddin. Ia menjelaskan bahwa kegiatan gotong royong atau swadaya yang dilakukan warga merupakan agenda rutin setiap hari Jumat berdasarkan kesepakatan bersama para tokoh dan masyarakat setempat.

“Kegiatan gotong royong ini memang sudah menjadi kesepakatan bersama tokoh dan masyarakat, khususnya di Dusun Airmata. Jadi bukan karena tidak ada perhatian dari pemerintah desa, tetapi lebih kepada budaya kebersamaan warga yang terus dijaga,” jelasnya.

Sementara itu, Muhammad, salah satu warga Dusun Airmata, menambahkan bahwa masyarakat bahkan telah membentuk panitia swadaya untuk membantu proses perbaikan jalan dan kebutuhan lingkungan lainnya.

“Di Dusun Airmata sudah dibentuk panitia swadaya sebagai bentuk kebersamaan masyarakat dalam membantu pembangunan lingkungan. Semua dilakukan atas dasar musyawarah dan kesepakatan bersama,” ungkapnya.

Muhammad juga membantah pernyataan yang menyebut Babinsa dan Babinkamtibmas tidak pernah hadir dalam kegiatan masyarakat. Menurutnya, aparat keamanan tersebut kerap ikut serta apabila menerima informasi terkait kegiatan warga.

“Babinsa dan Babinkamtibmas juga ikut hadir kalau ada kegiatan swadaya. Selama ada informasi atau pemberitahuan kepada mereka, biasanya selalu ikut kegiatan masyarakat,” katanya.

Menurut warga, semangat swadaya dan gotong royong selama ini menjadi bagian dari budaya masyarakat Dusun Airmata dalam menjaga kekompakan serta membantu pembangunan desa sambil menunggu realisasi program yang telah direncanakan pemerintah desa.

Masyarakat berharap setiap informasi yang dipublikasikan dapat disampaikan secara objektif dan berimbang agar tidak memicu kesalahpahaman antara masyarakat dengan pemerintah desa.***

Editor : Sarbaini

Polri
Berita Terpopuler
Berita Terbaru