‎Torjun Jadi Titik Terparah, Sampah Menumpuk hingga Dibakar di Tempat ‎

jatiminvestigasinews.id
Tumpukan sampah terlihat dibakar di pinggir jalan raya, menimbulkan asap tebal yang mengganggu pengendara dan mencemari lingkungan sekitar)Bn.

Jatiminvestigasinews.id, Sampang – Permasalahan sampah di Kabupaten Sampang kian memprihatinkan menjelang Hari Raya Idulfitri. Hingga kini, tumpukan sampah di sejumlah titik strategis masih belum tertangani, dengan kondisi terparah terpantau berada di wilayah Kecamatan Torjun.

‎‎Pantauan terbaru di lapangan menunjukkan, kawasan barat pertelon Kristal di Torjun dipenuhi sampah yang menggunung di pinggir jalan. Tidak hanya berserakan, volume sampah terlihat terus bertambah dibanding hari-hari sebelumnya, tanpa adanya penanganan signifikan.

‎‎Selain di Torjun, kondisi serupa juga terlihat di beberapa titik lain seperti sekitar SMP Kramat, barat Pasar Torjun, hingga jalur utama arah Camplong. Namun, dibandingkan lokasi lainnya, Torjun menjadi wilayah dengan kondisi paling parah dan paling banyak dikeluhkan masyarakat.

‎Warga setempat mengeluhkan bau menyengat yang ditimbulkan dari tumpukan sampah tersebut. Aroma tidak sedap bahkan tercium hingga ke badan jalan, terutama saat sampah mulai membusuk dan sebagian dibakar secara terbuka.

‎“Di sini paling parah, sampahnya sudah lama menumpuk dan belum diangkut maksimal. Baunya sangat mengganggu, apalagi sekarang menjelang lebaran,” ujar salah satu warga Torjun.

‎Keluhan juga datang dari para pengendara yang melintas. Selain mengganggu kenyamanan, asap dari pembakaran sampah dinilai berbahaya karena dapat mengurangi jarak pandang serta berpotensi menyebabkan gangguan pernapasan.

‎Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sampang, Faisol Ansori, menyampaikan bahwa pengangkutan sampah dilakukan secara berkala dan akan dikoordinasikan dengan pihak kecamatan serta desa.

‎‎Namun, pernyataan tersebut justru menuai sorotan. Pasalnya, kondisi di lapangan menunjukkan sampah masih menumpuk tanpa penanganan maksimal. Bahkan, praktik pembakaran di lokasi yang sama memperparah situasi, karena tidak hanya mencemari lingkungan tetapi juga menimbulkan asap pekat.

‎Situasi ini menimbulkan pertanyaan serius terkait efektivitas penanganan yang dilakukan. Menjadikan bahu jalan sebagai tempat penampungan sementara tanpa pengangkutan rutin dinilai justru memperburuk kondisi lingkungan.

‎Momentum menjelang Idulfitri seharusnya menjadi perhatian utama dalam menjaga kebersihan wilayah, terutama di jalur utama yang dilalui pemudik. Namun yang terjadi, masyarakat justru disuguhi pemandangan tumpukan sampah disertai bau menyengat dan asap pembakaran.

‎Jatim Investigasi News menilai, kondisi di Kecamatan Torjun menjadi gambaran nyata lemahnya pengelolaan sampah di daerah. Pemerintah daerah pun didesak segera mengambil tindakan konkret, khususnya di wilayah terparah, agar persoalan sampah tidak terus menjadi wajah buruk daerah di momen penting seperti lebaran.*

Editor : Sarbaini

Polri
Berita Terpopuler
Berita Terbaru