‎Sampang Dikepung Sampah di Pinggir Jalan, DLH Dinilai Abai Jelang Lebaran

jatiminvestigasinews.id
Tumpukan sampah berserakan di pinggir jalan barat pertigaan, Torjun, dikeluhkan karena mengganggu dan berpotensi menimbulkan pencemaran/Bn.

Jatiminvestigasinews.id, Sampang – Persoalan sampah di Kabupaten Sampang kembali menuai sorotan tajam. Tumpukan sampah yang berserakan di sejumlah titik strategis, terutama di pinggir jalan nasional, dinilai mencoreng wajah kota menjelang Hari Raya Idulfitri.

‎‎Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi memprihatinkan. Di kawasan Torjun, tepatnya di barat pertelon Kristal, sampah tampak berserakan tanpa penanganan maksimal. Kondisi serupa juga terlihat di beberapa titik lain, mulai dari depan kantor Dishub, sekitar SMP Kramat, barat Pasar Torjun, hingga wilayah Jrengik dan yang paling parah di selamat datang di daerah Camplong.

‎‎Ironisnya, lokasi-lokasi tersebut merupakan jalur utama yang kerap dilintasi masyarakat maupun pengendara luar daerah. Alih-alih mencerminkan kesiapan daerah menyambut lebaran, Sampang justru terkesan kumuh dan tidak terurus.

‎‎“Sampahnya berserakan, baunya menyengat. Ini jelas mengganggu pengguna jalan dan merusak pemandangan,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

‎‎Keluhan serupa juga datang dari kalangan pengendara. Mereka menilai pemerintah daerah belum serius menangani persoalan klasik tersebut, meski terjadi berulang kali setiap tahun.

‎‎Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sampang, Faisol Ansori, mengakui bahwa lokasi-lokasi tersebut memang menjadi titik penanganan sampah dari berbagai aktivitas masyarakat, seperti sekolah, pasar, dan perkantoran.

‎‎“Secara berkala tetap kami lakukan pengangkutan. Ke depan akan kami koordinasikan dengan pihak kecamatan dan desa untuk mencarikan lokasi yang lebih baik,” ujarnya saat dikonfirmasi.

‎‎Namun pernyataan tersebut dinilai belum menjawab persoalan mendasar. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa penumpukan sampah tetap terjadi dan bahkan terkesan dibiarkan di pinggir jalan tanpa solusi konkret.

‎‎Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar terkait keseriusan pemerintah dalam menyediakan sarana dan prasarana pengelolaan sampah yang layak. Menjadikan bahu jalan sebagai tempat penampungan sementara dinilai bukan solusi, melainkan bentuk pembiaran yang berpotensi merusak citra daerah.

‎‎Terlebih, momentum menjelang lebaran seharusnya menjadi perhatian khusus. Arus mudik yang meningkat semestinya diimbangi dengan kebersihan lingkungan yang memadai, bukan justru disuguhi pemandangan tumpukan sampah di sepanjang jalan.

‎‎Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin Sampang akan semakin identik dengan persoalan sampah yang tak kunjung tuntas. Pemerintah daerah dituntut segera mengambil langkah nyata, bukan sekadar janji koordinasi yang berulang tanpa hasil jelas.

‎‎Jatim Investigasi News menilai, persoalan ini bukan sekadar teknis pengangkutan, melainkan cerminan lemahnya manajemen pengelolaan sampah secara menyeluruh. Tanpa pembenahan serius, wajah kota akan terus tercoreng—terlebih di momen penting seperti lebaran.*

Editor : Sarbaini

Polri
Berita Terpopuler
Berita Terbaru