Jatiminvestigasinews.id, Sampang – Semangat gotong royong kembali menguat di Desa Pajeruan, Dusun Tangkat. Warga setempat memulai pembangunan jalan poros kabupaten secara swadaya sebagai upaya membuka akses tembus menuju Bringkoning, Batoporo hingga Ombul.
Meski baru pada tahap awal, masyarakat menaruh harapan besar agar pembangunan tersebut dapat terus berlanjut hingga mencapai batas wilayah yang telah direncanakan bersama.
Pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan warga lintas usia. Sejumlah warga tampak menyiapkan rangka dasar pengecoran, meratakan badan jalan, serta mengangkut material menggunakan peralatan sederhana. Bahkan, sebagian pekerjaan dilakukan hingga malam hari demi mengejar progres pembangunan.
Koordinator kegiatan swadaya, Ahmadi, menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir dari kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya infrastruktur yang layak. Menurutnya, kondisi jalan sebelumnya kerap menyulitkan mobilitas warga, terutama saat musim hujan ketika permukaan menjadi licin dan sulit dilalui kendaraan.
“Swadaya ini memang baru dimulai. Targetnya bertahap, menyesuaikan kemampuan masyarakat. Harapannya bisa terus berlanjut sampai batas yang telah disepakati bersama,” ujarnya di sela kegiatan gotong royong.
Ahmadi dikenal sebagai tokoh pemuda Desa Pajeruan. Ia merupakan senior PMII dan termasuk salah satu pengurus cabang pertama PMII di Kabupaten Sampang. Pengalaman organisasinya dinilai berperan dalam membangun koordinasi serta menggerakkan partisipasi warga secara solid.
Jalan poros yang tengah dibangun memiliki nilai strategis karena menjadi akses penghubung antarwilayah. Jika terealisasi sesuai target, jalur tersebut akan memperpendek jarak tempuh, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta mempermudah akses pendidikan dan layanan kesehatan bagi masyarakat sekitar.
Sejumlah warga Dusun Tangkat mengaku pembangunan jalan ini telah lama menjadi harapan bersama. Selama ini, keterbatasan akses dinilai menghambat aktivitas ekonomi maupun sosial. Dengan dimulainya swadaya ini, masyarakat merasa memiliki harapan baru terhadap kemajuan desa.
Meski demikian, warga menyadari bahwa proses pembangunan tidak dapat selesai dalam waktu singkat. Keterbatasan dana dan material menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, semangat kebersamaan dan konsistensi partisipasi masyarakat menjadi kunci keberlanjutan program tersebut.
Masyarakat berharap gerakan swadaya ini dapat terus berjalan hingga mencapai batas wilayah yang diinginkan, sekaligus mendapat perhatian dan dukungan dari pihak terkait. Pembangunan yang berawal dari inisiatif warga ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi peningkatan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di Desa Pajeruan serta wilayah sekitarnya.
Gotong royong yang terbangun di Dusun Tangkat menjadi cerminan bahwa pembangunan tidak selalu harus menunggu, melainkan dapat dimulai dari langkah kecil yang dikerjakan bersama. Dari tanah desa yang digarap secara swadaya, harapan akan akses yang lebih baik perlahan mulai terwujud.*
Editor : Sarbaini