Jatiminvestigasinews.id,Sumenep-Di tengah padatnya arus lalu lintas kawasan perkotaan Sumenep, 27-01-2026.
sebuah mobil yang terparkir di tepi jalan tampak berbeda. Bagian belakang kendaraan terbuka, meja sederhana tertata rapi, panci pemanas mengepul, dan beberapa pengunjung duduk santai menikmati minuman hangat. Dari lokasi sederhana inilah, sebuah usaha mikro berbasis kesehatan tumbuh dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Baca juga: Dukung UMKM, Kapolres Bondowoso Beri Motivasi Sektor Industri Kerajinan Tangan
Usaha tersebut adalah seduhan susu kambing Etawa, yang digeluti oleh seorang ustadz muda berlatar belakang pendidikan pondok pesantren. Tanpa gemerlap gerai permanen, ia memilih konsep UMKM keliling, memanfaatkan kendaraan pribadi sebagai etalase sekaligus dapur produksi.
Ditemui di lokasi usaha, ustadz muda tersebut mengaku memulai usahanya dari keinginan sederhana: mencari peluang halal, kecil, namun berkelanjutan, tanpa meninggalkan aktivitas dakwah dan nilai-nilai pesantren yang ia pegang.
“Ini usaha kecil, tapi alhamdulillah hasilnya cukup. Yang penting bermanfaat dan bisa istiqamah,” ujar singkat ustadz Billa owner UMKM susu etawa murni, yang berlokasi area Taman Bunga ini Fokus pada Kesehatan, Diminati Berbagai Kalangan.
Susu kambing Etawa dikenal luas memiliki manfaat kesehatan, di antaranya membantu pencernaan, meningkatkan daya tahan tubuh, serta cocok bagi konsumen yang tidak toleran terhadap susu sapi.
Tidak heran, pelanggan usaha ini datang dari beragam latar belakang, mulai dari pekerja harian hingga warga lanjut usia.
Dalam penyajiannya, susu dipanaskan langsung di tempat, dicampur bahan alami seperti jahe atau madu sesuai permintaan. Konsep fresh seduh inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen.
Santri dan Jiwa Wirausaha,
Latar belakang pesantren tidak menjadi penghalang bagi ustadz muda ini untuk terjun ke dunia usaha. Justru, disiplin dan etos kerja yang dibangun selama mondok menjadi modal penting dalam mengelola usaha kecilnya.
Ia mengaku aktif mencari peluang, berpindah lokasi, membaca kebutuhan pasar, dan menjaga kualitas produk. Meski sederhana, omzet yang dihasilkan dinilai cukup menjanjikan untuk ukuran UMKM perorangan.
Potret UMKM yang Bertahan
Usaha ini menjadi potret nyata bagaimana UMKM berbasis nilai dan kesehatan masih memiliki ruang besar untuk berkembang, bahkan tanpa modal besar. Di tengah tantangan ekonomi, model usaha seperti ini dinilai mampu bertahan karena langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, kesehatan dan konsumsi harian.
Ke depan, ustadz muda tersebut berharap usahanya tidak hanya menjadi sumber penghasilan pribadi, tetapi juga memberi inspirasi bagi santri dan generasi muda agar tidak ragu memulai usaha dari skala kecil, selama dikelola dengan jujur dan konsisten.
(kijo)
Editor : Kabiro Sumenep