Demo Mahasiswa di DPRD Jatim, Oknum Polrestabes Diperiksa Propam Polda Jatim

jatiminvestigasinews.id

Jatiminvestigasinews.id, Surabaya Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh mahasiswa dari BEM SI Jatim dan BEM Nus Jatim di depan Gedung DPRD Jawa Timur pada Senin, 17 Februari 2025, berujung ricuh. Insiden ini menjadi sorotan publik setelah beredar gambar di media sosial yang menunjukkan dugaan pemukulan oleh seorang oknum polisi terhadap demonstran.

Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Rina Shanty, membenarkan adanya pemeriksaan terhadap oknum polisi yang diduga melakukan pemukulan. Saat ini, Aiptu (YK) sedang menjalani pemeriksaan di Polda Jatim guna memastikan kronologi kejadian serta tindakan lebih lanjut yang akan diambil.

Baca juga: Pengedar Sabu Hangtuah Dibekuk Polrestabes Surabaya, Polisi Sita 42,9 Gram Sabu

“Saat ini oknum polisi tersebut sedang diperiksa di Polda Jatim untuk mendalami kejadian yang terjadi di lapangan,” ujar AKP Rina Shanty.

Kericuhan Berujung Luka, Polisi Juga Jadi Korban

Tidak hanya mahasiswa yang mengalami luka dalam insiden ini, beberapa aparat kepolisian juga menjadi korban akibat bentrokan yang terjadi. Kapolsek Bubutan dan anggota Provost Polrestabes Surabaya mengalami luka setelah terkena lemparan kayu dari demonstran.

"Luka yang dialami petugas kami cukup serius, salah satunya terkena lemparan kayu di bagian bibir dan dada sebelah kiri," tambah AKP Rina Shanty.

Baca juga: Dedikasi Tanpa Henti! Polrestabes Surabaya Beri Penghargaan Kenaikan Pangkat Pengabdian kepada Perwira Berprestasi

Kericuhan ini terjadi ketika situasi mulai memanas antara mahasiswa dan aparat kepolisian yang bertugas mengamankan jalannya aksi. Belum ada keterangan resmi terkait jumlah total korban luka, baik dari pihak demonstran maupun kepolisian.

Langkah Kepolisian dalam Menindaklanjuti Insiden

AKP Rina menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan investigasi menyeluruh terhadap insiden ini. Jika terbukti ada pelanggaran prosedur dalam pengamanan aksi unjuk rasa, maka sanksi akan diberikan kepada pihak yang bertanggung jawab.

Baca juga: Polres Lamongan Atensi Perlintasan Kereta Api Sebidang Jelang Operasi Ketupat Semeru 2026

Sementara itu, kepolisian juga mengimbau agar seluruh pihak tetap mengedepankan komunikasi dan penyampaian aspirasi secara damai. Demonstrasi adalah bagian dari demokrasi, namun harus dilakukan dengan cara yang tertib dan tidak membahayakan keselamatan siapa pun.

“Kami menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat, tetapi kami juga mengimbau agar aksi dilakukan secara damai tanpa adanya provokasi yang berujung kekerasan,” tutup AKP Rina Shanty.

Hingga saat ini, situasi di sekitar Gedung DPRD Jatim telah kembali kondusif. Pihak kepolisian masih melakukan evaluasi terhadap jalannya pengamanan serta langkah-langkah preventif yang perlu diambil untuk mencegah insiden serupa terjadi di masa mendatang.

Editor : Siti

Polri
Berita Terpopuler
Berita Terbaru