Jatiminvestigasinews.id || Surabaya - DPRD Kota Surabaya Sukadar, S.H., dari Fraksi PDI Perjuangan Komisi C, melakukan sosialisasi kepada warga Banyu Urip Kidul RW 05, Kelurahan Banyu Urip, Kecamatan Sawahan, terkait pemilu yang akan dilaksanakan pada Tanggal 27 November Tahun 2024, dan juga tentang Pendidikan, Minggu (26/10/2024) pada pukul 20.00 Wib.
Hadir dalam giat sosialisasi tersebut bertempat di Banyu Urip Kidul RT 02, dihadiri oleh ketua RT 01 Sampai RT 07 dan ibu - ibu PKK Kelurahan Banyu Urip, turut hadir warga RW 05 Kelurahan Banyu Urip, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, kemudian warga Banyu Urip Kidul yang hadir bawa kupon mendapatkan 1 liter minyak goreng.
Baca juga: Aksi Dorong Terjadi Antara Massa Aksi Demo Dan Aparat Keamanan di Halaman Gedung DPRD Sidoarjo
Dalam sambutanya DPRD Kota Surabaya, Sukadar, S.H., mengatakan, saya itu bisa jadi Dewan karena ada yang menjadikan siapa yang menjadikan pemimpin otomatis tanggung jawab saya terhadap saya pemilu itu. Bagaimana bentuk tanggung jawab kami untuk melakukan kebijakan terhadap tanggung jawab kami.
"Saya pribadi karena suara saya disini warga Banyu Urip Kidul lebih banyak suara di sini bulat secara otomatis saya mengucapkan terima kasih, saya ada di tengah - tengah masyarakat sini khususnya masyarakat Kelurahan Banyu Urip, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, minimal saya harus tau diri,"katanya.
Masih Sukadar, saya berangkatnya dijadikan warga masyarakat Banyu Urip, secara otomatis bagaimana posisinya ketiga menjadi Dewan itu bermanfaat bagi warga Banyu Urip Kidul yang menjadikan saya ini. Kemudian terkait masalah pendidikan jadi melihat pendidikan di Surabaya itu, semuanya sudah free terutama anak dari SMP itu dari kewenangan Kota. Posisinya harapan kami yang sudah bagus program yang sudah dijalani harapan kami, bisa dilanjutkan kembali oleh Pak Wali Kota Surabaya Erik Cahyadi.
"Saya hanya pesan kepada masyarakat warga Banyu Urip Kidul RW 5 Kelurahan Banyu Urip Kecamatan Sawahan, kemarin itu suara saya banyak disini harapan kami karena saya politisi nanti suaranya Pak Erik Cahyadi bisa di sini. Walaupun Pak Erik Cahyadi, itu calon tunggal kami ingin Pak Wali Kota Surabaya, disini itu mendapatkan suara terbanyak seperti suara saya ketika pada saat pemilihan kemarin,"jelasnya.

Lanjut, untuk masalah pilkada nantik harapan saya selaku politisi apa lagi sala satu pengikut Pak Erik Cahyadi, Wali Kota Surabaya, harapan kami dimana saya dilahirkan sebagai politisi di wilayah Banyu Urip, secara otomatis tanggung jawab moral terhadap partai saya untuk rekomendasi Pak Erik Cahyadi bersama Wakilnya Pak Armuji, maka bisa tidak bisa dan mau tidak mau saya harus turun ke lapangan karena itu menemui tim kusus saya waktu menjadikan saya untuk menjadi Dewan yang terpilih.
"Saya berpesan kepada warga masyarakat Banyu Urip, jangan sampai golput nantinya. Tolong nantinya pada tanggal 27 November Tahun 2024, nanti warga Surabaya harus hadir TPS, dan jangan lupa untuk memberikan suaranya kepada Pak Erik Cahyadi dan Wakilnya Pak Armuji, Calon Wali Kota Surabaya,"pesannya.
Baca juga: Barusan Pertama Kali Warga RW 06 Banyu Urip Wetan Melaksanakan Upacara HUT ke 79
Fraksi PDI Perjuangan Komisi C menyampaikan, kalau untuk disisi lain karena kewenangan kami di Kota, itu hanya sebagai sebatas SMP secara otomatis. Kami tidak bisa akses di wilayah Propinsi itu kewenagan Propinsi dalah SLTA di Kecamatan Sawahan, itu hanya ada dua SLTA satu ada SMK dan SMA dua satu. Untuk harapan kami karena Kecamatan Sawahan penduduknya begitu padat dilihat dari pemilihnya saat pemilu sebanyak 1,46 ribu suara di satu Kecamatan Sawahan, kalau hanya di caver dengan 1 SMA dan 1 SMK masih kurang.
"Alhamdulillah atas perjuangan kita dari temen - teman fraksi PDIP Perjuangan mengusulkan kepada Pak Erik Cahyadi dan Armuji, dan Tahun 2025 di wilayah Kecamatan Sawahan, ada tambahan 1 SMP Negeri, kalau di SMA karena saat ini posisi SMA sendiri beda dengan waktu SMA masih kewenangannya masih dipegang Pemerintahan Kota,"ucapnya.
Sukadar menambahkan, saya merindukan kebijakan Hj. Rismaharini, M.T., pada tahun 2027 sebelum SMA dan SMK di ambil oleh Propinsi, saya ingin sekarang kedepannya nanti bisa di perlakukan ketika nanti Surabaya ada Erik Cahyadi, di Gubernuran Jatim Propinsi waktu itu ada Wali Kota Hj. Rismaharini, M.T., nyambung masalahnya.
"Jadi posisinya ketika nanti posisi Hj. Rismaharini, M.T., bisa di percaya masyarakat Jawa Timur untuk memimpin jadi Gubernur Propinsi Jawa Timur, harapan kami apa yang di rencanakan Hj. Tri Rismaharini, M.T., terkait dengan pendidikan gratis ditingkat SLTA itu benar - benar terwujud, karena posisinya awalnya dulu itu perna dilakukan oleh beliaunya,"tutupnya.
Dalam giat sosialisasi tersebut yang dilakukan DPRD Surabaya Sukadar , S.H., kepada warga Banyu Urip Kidul RW 05 Kelurahan Banyu Urip Surabaya, berjalan dengan keadaan aman, lancar terkendali kondusif.
Penulis: Priyo.
Editor: Bairi.
Editor : Bang Priyo