Jatiminvestigasinews.id,Bandung –Dekelarasi pengukuhan dan tim pemenangan Mulia - Pas. Made Muliawan Arya SE.,SH., atau De Gajah berpasangan dengan Putu Agus Suradnyana ST. Dibarengin dengan pengukuhan tim pemenangan paket SUYADINATA, I Wayan Suyasa berpasangan dengan l Putu Alit Yandinata, pendukung yang hadir membludak
Deklarasi tim pemenangan dan pengukuhan MULIA - PAS, serta paket SUYADINATA digelar dikediaman Disel Astawa senin 16 /9/2024 sekaligus ketua DPC partai Gerindra Badung. Deklarasi tersebut menjadi titik penting dalam persaingan perebutan suara menuju perhelatan pilkada secara serentak, untuk pilkada Gubernur Bali dan pilkada Badung.
Pasalnya masyarakat Badung saat ini begitu sangat antusias, tanpa ada tekanan, tanpa di komandoi oleh prajuru - prajuru adat dan dinas, yang tentunya menginginkan perubahan yang lebih sempurna maka paket SUYADINATA berani memberikan janji yang di harapkan masyarakat Badung.
Oleh sebab itu tidak muluk-muluk demi visi membuat Badung sejahtera, bahagia dan merata, SUYADINATA menyoroti infrastruktur jalan, kemacetan yang sangat luar biasa di semua titik jalan yang ada di Kabupaten Badung. Demikian halnya termasuk pengolahan sampah yang sampai saat ini belum bisa terselesaikan dengan baik.
Sorotan Wayan Disel Astawa Ketua tim pemenangan MUlia - PAS dan juga ketua DPC Gerindra, persoalan terkait Air bersih di Kuta Selatan , yang sampai saat ini menjadi problem klasik, yang selalu menjadi keluhan masyarakat Badung, Kuta Selatan khususnya.
Ditekankan secara aturan calon Bupati dan wakil Bupati wajib menyampaikan visi misi secara yuridis tertulis melalui KPU, pada saat pendaftaran.
Pemaparan calon kuat Bupati Badung Wayan Suyasa, pada prinsipnya visi misi kami secara menyeluruh ialah masyarakat Badung, bahagia, sejahtera, pembangunan yang merata di segala bidang, terangnya.
Lanjutnya dalam konteks pemerataan tentunya sejauh mana uang rakyat yang dikelola oleh pemerintah Badung bisa diberikan kepada kelompok-kelompok yang mengatasnamakan masyarakat Badung. Pasalnya diluar itu, saya sendiri bagian DPR Badung, dan pak Alit sendiri malah 4 kali sebagai wakil rakyat, bahkan setelah dilantik belum digaji sudah mundur sebagai DPRD kabupaten Badung. Semuanya dilakukan demi sebuah tanggung jawab moral kepada masyarakat Badung, demi pemerataan, kemaslahatan, pembangunan Badung,
Kembali ditegaskan program unggulan kami yang dianggap perlu belajar lagi, satu miliar per banjar adat itu logika wajib hukumnya, dua miliar per desa adat yang ada Kabupaten Badung wajib hukumnya. Termasuk pendidikan gratis baik swasta maupun negeri wajib hukumnya, demikian halnya subak 150 juta per tahun wajib hukumnya, sumbangan kematian 25 juta untuk daerah Bandung juga wajib hukumnya dan yang tak kalah penting nya masalah air bersih di kuta selatan khusus di pecatu bila kami kami diberikan kepercayaan oleh masyarakat untuk jadi Bupati Badung di Tahun pertama masalah air bersih di kuta selatan beres..tegas Wayan Suyasa penuh semangat
Tak cukup itu saja penghargaan terhadap umat pun akan diberikan, jikalau koordinasi dan Tentunya ada dasar hukum yang jelas, kami tetap akan berikan sesuatu yang berarti disetiap hajatan agama, baik muslim, kristiani, Konghucu, Buddha, apalagi Hindu sebagai dasar wisata adat budaya, akan kami berikan per KK minimal daging babi disetiap 6 bulan pada hari raya galungan. Inilah program bagi kita yang masuk akal, jika kami dipercaya oleh masyarakat.
Kembali ditegaskan Wayan Suyasa jika kami telah duduk sebagai Bupati dan wakil Bupati, Kamilah yang akan bertanggung jawab kepada janji visi misi kami yang telah kami goreskan di KPU, yang tentunya kami implementasikan kepada masyarakat, terangnya.
Dijelaskan Badung sendiri dengan situasi pariwisata seperti saat ini PAD Badung hampir menyentuh angka 9 triliun rupiah, sedangkan APBD kurang lebih 10 triliun. SUYADINATA tidak bicara lagi 10 triliun, tetapi kami berani menargetkan 12 sampai 15 triliun APBD Badung bisa didapatkan,sehingga jika pendapatan sudah besar apa yang tidak bisa kami berikan, kami torehkan kepada masyarakat Badung, ucap Wayan Suyasa
Bicara pariwisata Bali yang sangat besar dan gaungnya seantero Jagat, semuanya itu dasarnya dari masyarakat yang selalu beryadnya, melakukan adat istiadat, inilah aura positif Bali. Pariwisata hadir dan tentunya akomodasi wisata itu dominannya ada di Badung, sehingga berkahnya didapatkan oleh pemerintah kabupaten Badung.
Rincinya inilah saat nya pemerintah hadir secara maksimal dan menyeluruh tanpa memandang partai, karena pada dasarnya Yadnya , adat istiadat dan keharmonisan yang akan membawa Badung maju dan bermartabat, pungkas Wayan suyasa.
Sebagaimana mestinya turut hadir semua tokoh pengusung partai pemenangan seperti."Golkar, Gerindra, Nasdem, PSI, PAN, PKS, Partai Buruh, Gibran centre, Projo , para tokoh adat, tokoh masyarakat, kaum muda Milenial. Pendukung dan simpatisan yang hadir memenuhi ruangan yang disiapkan, meluber hingga kejalan, dan diperkirakan mencapai 10 ribu masa pendukung .
(Supriono)
Editor : Siti