Jatiminvestigasinews.id II Sidoarjo - Warga Desa Kedungboto. Kecamatan Porong gempar. Pasalnya, ditemukan kerangka mayat manusia dalam kondisi terlentang di lokasi pengeboran gas Minarak Brantas Gas di wunut satu, minggu (8/9/20204) sore.
Penemuan kerangka mayat manusia tersebut pertama kali ditemukan oleh warga berinisial GP (16). Saat itu, remaja tersebut hendak mencari ikan di sungai sekitar TKP pada pukul 15.45.
Baca juga: Polres Trenggalek Berikan Santunan dan Bantuan Kepada Kakek Korban Curas
Saat ditemukan, kerangka mayat tersebut berada di jalan setapak di antara semak-semak belukar. Kagetnya, dia melihat kerangka mayat yang sudah membusuk dengan posisi terlentang.
Mendapati hal tersebut, GP bergegas melaporkan ke sekuriti Minarak Brantas Gas dan diteruskan ke Polsek Porong untuk ditindak lanjuti.
Saat dikonfirmasi Senin (9/9/20204), Kapolsek Porong Kompol Ari Priambodo menyampaikan, warga melaporkan kepada Polsek Porong menegenai penemuan kerangka mayat manusia di jalan setapak Minarak Brantas Gas di Wunut Satu, Desa Kedungboto.
Dengan respon cepat, anggota Polsek Porong bergerak menuju ke TKP. Setelah dicek, ternyata benar, ada kerangka manusia yang masih utuh dalam kondisi membusuk.
Saat ditemukan, korban memakai kaos yang warnanya sudah buram. Selain itu, memakai celana pendek warna kuning, serta terdapat sandal selop warna hitam dan topi laken di samping tubuh korban.
"Kami sudah melakukan olah TKP dan memasang garis Police Line. Korban ditemukan dalam keadaan kondisi tubuh terlentang membujur dan kepala di utara,"katanya.
Setelah dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian, jenazah korban tersebut adalah Ratemo. Kakek berusia 89 tahun itu dilaporkan meninggalkan rumah di Dusun Bendungan, Desa Pesawahan, Kecamatan Porong sejak Rabu, 14 Agustus 2024.
Hal itu juga diperkuat oleh keterangan anak korban yang menyakini bahwa pakaian yang digunakan oleh korban sebelum meninggalkan rumah sesuai dengan kerangka mayat yang ditemukan.
Berbagai upaya sudah dilakukan untuk mencari korban yang dinyatakan hilang. Namun, upaya pencarian selama satu bulan masih tidak membuahkan hasil. Semasa hidupnya, korban mengidap penyakit pikun.
Kerangka mayat manusia tersebut langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Pusdik Bhayangkara Porong untuk dilakukan otopsi. Namun, keluarga korban menolak untuk di otopsi.
Ciri-ciri yang diyakini oleh keluarga korban, di antaranya, korban memakai topi laken, kaos berkerah warna abu-abu bermotif matahari, celana pendek berwarna krem kombinasi kuning dan menggunakan sandal slop warna hitam milik cucunya.
Kini jenazah korban sudah dibawah pihak anggota keluarganya untuk selanjutnya akan dikebumikan.
(Widodo)
Editor : Bang Priyo