Jatiminvestigasinew.id, Sidoarjo – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur melaksanakan pemindahan 45 warga binaan risiko tinggi dari sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan menuju Lapas di Pulau Nusakambangan, Rabu (7/10/2026). Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pengelolaan warga binaan berbasis tingkat risiko guna mengeliminasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban sekaligus memperkuat kondisi pemasyarakatan yang aman dan kondusif.
Kepala Kanwil Ditjenpas Jawa Timur, Kusnali, mengikuti langsung pelaksanaan pemindahan yang berlangsung sejak dini hari dengan didampingi Kepala Lapas Kelas I Surabaya, Sohibur Rachman. Sebanyak 45 warga binaan tersebut berasal dari beberapa UPT Pemasyarakatan, termasuk Lapas Kelas I Madiun dan Lapas Kelas I Malang, yang terlebih dahulu dikonsolidasikan di Lapas Kelas I Surabaya sebagai Transit Centre. Setelah seluruh proses persiapan dan konsolidasi selesai, rombongan diberangkatkan menuju Nusakambangan pada pukul 04.50 WIB.
Baca juga: Resmi Dilantik, 4 Pejabat Baru Lapas I Madiun Siap Emban Amanah
Dari Lapas Kelas I Madiun, proses persiapan pemindahan dilaksanakan secara terukur dengan memperhatikan aspek keamanan, administrasi, serta kondisi kesehatan warga binaan. Kepala Lapas Kelas I Madiun, Fajar Nur Cahyono, menyampaikan bahwa pihaknya mendukung kebijakan pemindahan tersebut sebagai bagian dari pengelolaan warga binaan berdasarkan tingkat risiko.
“Kami mendukung penuh langkah pemindahan warga binaan risiko tinggi ini sebagai bagian dari penguatan keamanan dan ketertiban pemasyarakatan. Seluruh proses dari Lapas Kelas I Madiun kami laksanakan secara terukur dan sesuai SOP, dengan tetap memperhatikan aspek keamanan, kesehatan, serta pemenuhan hak-hak warga binaan,” ujar Fajar.
Pelaksanaan pemindahan melibatkan jajaran UPT Pemasyarakatan Korwil Surabaya Raya serta pihak Kepolisian. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan pengamanan dan pengawalan sesuai standar operasional prosedur, mulai dari persiapan, proses pemberangkatan, hingga pengawasan selama perjalanan. Petugas juga melakukan pemantauan kondisi kesehatan warga binaan secara berkala untuk memastikan seluruh proses berjalan aman dan terkendali.
Kusnali menegaskan bahwa aspek keamanan harus berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap hak dan martabat warga binaan. Karena itu, seluruh petugas yang terlibat diminta menjalankan tugas secara profesional dan sesuai ketentuan tanpa melakukan tindakan yang melanggar hak asasi maupun merendahkan harga diri warga binaan.
“Laksanakan kegiatan pemindahan ini dengan profesional sesuai SOP tanpa melanggar hak asasi ataupun merendahkan harga diri warga binaan. Pastikan komunikasi antarpetugas selalu terjaga, pendelegasian tugas dipahami dengan baik, dan setiap anggota mengetahui tanggung jawabnya masing-masing,” tegas Kusnali.
Fajar menambahkan bahwa koordinasi dan komunikasi antarpetugas menjadi faktor penting dalam memastikan seluruh tahapan pemindahan berjalan sesuai ketentuan. Menurutnya, pengelolaan warga binaan berbasis risiko harus dilaksanakan secara profesional, terukur, dan tetap mengedepankan prinsip kemanusiaan.
“Koordinasi antarpetugas harus terus dijaga agar setiap tahapan dapat berjalan dengan baik. Kami berharap proses pemindahan ini dapat mendukung terciptanya pengelolaan pemasyarakatan yang semakin aman, tertib, dan sesuai dengan tingkat risiko warga binaan,” tambah Fajar.
Baca juga: Bangun Kebugaran Jasmani, Warga Binaan Kompak Lakukan Senam Pagi
Pemindahan 45 warga binaan risiko tinggi ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Kanwil Ditjenpas Jawa Timur dalam memperkuat pengendalian keamanan dan ketertiban. Melalui pemindahan berbasis pengelolaan risiko, jajaran Pemasyarakatan Jawa Timur terus memperkuat sistem pengamanan sekaligus memastikan setiap proses pemasyarakatan dilaksanakan secara profesional, terukur, dan tetap menjunjung tinggi hak serta martabat warga binaan.
“Apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini. Pemindahan warga binaan merupakan wujud komitmen kita bersama dalam menjalankan Sistem Pemasyarakatan. Mari kita laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan semoga seluruh rangkaian perjalanan mendapatkan perlindungan dari Allah SWT,” pungkas Kusnali.
Matsahal
Editor : Siti