Kepala SMP Negeri 1 SoE Belum Beri Penjelasan Soal PPDB, Orang Tua Minta DPRD Bidang Pendidikan Turun Tangan

Reporter : Siti

Jatiminvestigasinews.id, Timor Tengah selatan Puluhan orang tua calon peserta didik mendatangi SMP Negeri 1 SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Rabu (24/6/2026), untuk memprotes mekanisme Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang dinilai tidak transparan dan menyulitkan masyarakat.pada hari kamis (25/6/2026) 

Aksi tersebut dipicu oleh keluhan para orang tua yang mengaku kesulitan mengakses sistem pendaftaran sejak hari pertama dibuka. Mereka mempertanyakan bagaimana kuota penerimaan dapat dinyatakan penuh hanya dalam waktu sekitar satu hingga dua menit setelah pendaftaran dibuka pada pukul 09.00 WITA.

Baca juga: Kuasa Hukum RT Apresiasi Respons Cepat Kapolres TTS dalam Pengabulan Penangguhan Penahanan

"Kami merasa cara penerimaannya tidak adil. Kami tinggal di sekitar sekolah, bahkan rumah kami berada tepat di samping SMP Negeri 1 SoE, tetapi anak kami tidak bisa mendaftar. Masa kami yang tinggal dekat sekolah justru harus menyekolahkan anak ke tempat yang jauh? Kami minta penjelasan dari Kepala Sekolah dan Ketua Panitia," ujar salah seorang orang tua yang enggan disebutkan namanya.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh orang tua lainnya. Ia mengaku telah bersiap sejak pukul 08.00 WITA untuk mengunggah dokumen persyaratan, namun saat pendaftaran dibuka, sistem hanya dapat diakses dalam waktu sangat singkat sebelum muncul pemberitahuan bahwa kuota telah penuh.

"Hari pertama kami sudah siap dari jam delapan pagi. Tepat pukul sembilan saat hendak mengunggah berkas, baru sekitar dua menit sistem sudah tertutup dengan keterangan kuota penuh. Hari kedua dan hari ketiga juga terjadi hal yang sama. Kami hanya meminta penjelasan mengenai sistem pendaftaran ini," katanya.

Selain itu, sejumlah wali murid mempertanyakan kapasitas sistem pendaftaran dan meminta pihak sekolah membuka data jumlah pendaftar yang berhasil masuk dalam waktu singkat tersebut sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat.

"Kalau benar dalam satu menit sudah ada seratus sampai seratus lima puluh pendaftar yang berhasil masuk, kami minta dibuktikan agar masyarakat juga puas dan tidak menimbulkan berbagai dugaan. Jangan anggap kami tidak mengerti soal teknologi informasi," tegas salah seorang wali murid.

Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, puluhan orang tua mendatangi sekolah untuk meminta klarifikasi terkait mekanisme pendaftaran daring. Namun, hingga siang hari mereka belum memperoleh penjelasan resmi dari pihak sekolah.

Saat awak media melakukan konfirmasi di sekolah, seorang guru yang mengaku sebagai Ketua Panitia PPDB meminta wartawan menunggu karena akan memanggil operator sekolah untuk memberikan penjelasan yang lebih lengkap.

Baca juga: Dugaan Mafia Kuota Sapi di TTS, Komisi II DPRD TTS Temukan Fakta Mengejutkan

"Sebentar ya, saya panggil operator supaya penjelasannya lebih jelas," ujarnya.

Namun, setelah menunggu kurang lebih satu jam, Ketua Panitia PPDB tidak kembali menemui awak media dan belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai pertanyaan yang diajukan.

Kekecewaan juga dirasakan para orang tua yang berharap memperoleh penjelasan langsung dari Kepala SMP Negeri 1 SoE. Salah seorang wali murid mengaku telah datang sejak pagi dan sempat dijanjikan akan dibantu.

"Saya datang dari pagi. Tadi bertemu Ibu Kepala Sekolah dan beliau bilang, 'Mama tunggu nanti saya bantu.' Tapi sampai sekitar pukul 13.32 WITA belum ada penjelasan. Saya pulang dulu untuk makan dan nanti akan kembali lagi. Kalau memang belum bisa memberikan kepastian, sebaiknya jangan memberi harapan kepada kami. Kami menunggu sampai lapar," ungkapnya.

Sementara itu, upaya konfirmasi yang dilakukan awak media kepada Kepala SMP Negeri 1 SoE melalui pesan WhatsApp juga belum mendapatkan tanggapan. Meskipun pesan yang dikirim telah terbaca, hingga berita ini diturunkan belum ada respons maupun klarifikasi resmi dari yang bersangkutan.

Baca juga: Oknum Pegawai Kejaksaan Negeri Soe Larang  Wartawan Liput, Diduga Membatasi Kebebasan Pers

Sikap diam pihak sekolah tersebut menambah kekecewaan masyarakat yang berharap adanya penjelasan terbuka terkait proses PPDB. Sejumlah orang tua meminta Komisi DPRD yang membidangi pendidikan serta Dinas Pendidikan Kabupaten Timor Tengah Selatan segera turun tangan untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan PPDB di SMP Negeri 1 SoE.

Masyarakat berharap evaluasi tersebut dapat memberikan kejelasan atas berbagai keluhan yang muncul serta memastikan proses penerimaan peserta didik berlangsung secara transparan, adil, dan akuntabel.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak SMP Negeri 1 SoE belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat.

(Marsel Talan)

Editor : Siti

Polri
Berita Terpopuler
Berita Terbaru