Jatiminvestigasinews.id, Sampang – Semangat menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah begitu terasa di Dusun Pengairan Kotah, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang. Ratusan santri dan siswa dari tiga Madrasah Diniyah bersatu dalam pawai syiar Islam yang digelar Yayasan Nurul Hidayah An-Nawaliyah, Minggu ba'da Salat Zuhur.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda keagamaan yang paling dinantikan masyarakat setempat setiap tahunnya. Selain sebagai bentuk syiar Islam, pawai Muharram juga menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai keislaman kepada generasi muda sekaligus memperkuat persaudaraan antarlembaga pendidikan Islam.
Pawai dilepas langsung oleh tokoh Majelis Keluarga Delem Pondok Pesantren Pengairan Kotah, K. Abd. Wahid Haurosi dan K. Abdurrahman Nafis Haurosi. Pelepasan peserta berlangsung khidmat dengan dihadiri para guru, wali santri, tokoh masyarakat, serta jajaran panitia penyelenggara.
Ketua Panitia, Ust. Suyanto, S.Pd.I, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mengenalkan makna Tahun Baru Islam kepada para santri agar tidak hanya memahami pergantian tahun hijriah sebagai peristiwa seremonial semata, tetapi juga sebagai momentum memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas keimanan.
Menurutnya, semangat hijrah Nabi Muhammad SAW harus terus diwariskan kepada generasi muda melalui kegiatan-kegiatan yang bersifat edukatif dan membangun karakter. Oleh karena itu, pawai Muharram menjadi salah satu sarana yang efektif untuk menumbuhkan kecintaan terhadap agama serta mempererat ukhuwah Islamiyah.
"Momentum Muharram harus menjadi pengingat bagi seluruh umat Islam untuk selalu berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Melalui kegiatan ini, para santri diajak untuk memahami nilai-nilai hijrah, memperkuat akhlak, serta meningkatkan semangat belajar dan beribadah," ujar Ust. Suyanto.
Adapun peserta pawai berasal dari tiga lembaga pendidikan Islam, yakni MD Nurul Hidayah Pengairan Kotah, MD Hidayatus Shibyan Blaban Jrengik, dan MD Nurul Hidayah Muncek Jrengik. Ketiga madrasah tersebut bersatu dalam satu barisan besar yang menunjukkan kekompakan dan kebersamaan dalam menyemarakkan Tahun Baru Islam.
Para peserta mengenakan busana muslim yang rapi dan beragam atribut bernuansa Islami. Sepanjang perjalanan, lantunan shalawat dan kalimat-kalimat thayyibah terus menggema, menciptakan suasana religius yang menambah kekhidmatan kegiatan.
Kehadiran ratusan peserta dari berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga remaja, menjadi pemandangan yang membanggakan. Mereka berjalan dengan tertib sambil membawa pesan-pesan dakwah yang mengajak masyarakat untuk meningkatkan ketakwaan dan memperkuat nilai-nilai persaudaraan.
Sebelum pemberangkatan peserta, K. Abd. Wahid Haurosi memberikan pesan keagamaan yang menekankan pentingnya menjadikan Tahun Baru Islam sebagai sarana introspeksi diri. Menurutnya, hijrah yang paling utama adalah perubahan perilaku menuju kehidupan yang lebih baik dan lebih bermanfaat bagi sesama.
Tahun baru hijriah bukan sekadar pergantian angka dalam penanggalan Islam. Lebih dari itu, ini adalah kesempatan bagi setiap muslim untuk memperbaiki akhlak, meningkatkan ibadah, dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT maupun sesama manusia," tuturnya.
Ia juga mengapresiasi semangat para santri dan seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, keterlibatan lembaga pendidikan dalam syiar Islam merupakan langkah penting untuk menjaga tradisi keagamaan tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Pawai Muharram tahun ini tidak hanya menjadi ajang peringatan Tahun Baru Islam, tetapi juga menjadi simbol persatuan antarmadrasah di wilayah Jrengik. Kebersamaan yang terjalin selama kegiatan berlangsung menunjukkan bahwa lembaga pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membangun generasi yang berilmu, berakhlak, dan cinta terhadap ajaran agamanya.
Panitia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan menjadi tradisi yang semakin berkembang dari tahun ke tahun. Dengan dukungan para tokoh agama, pendidik, wali santri, dan masyarakat, pawai Muharram diharapkan mampu menjadi media dakwah yang efektif sekaligus memperkuat semangat kebersamaan umat Islam.
Melalui tema hijrah menuju pribadi yang lebih baik, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa Tahun Baru Islam bukan hanya momentum perayaan, melainkan juga ajakan untuk melakukan perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari. Semangat itulah yang tampak nyata dalam pawai Muharram yang diikuti ratusan peserta dari tiga madrasah di Pengairan Kotah, Kecamatan Jrengik.*
Editor : Sarbaini