Jatiminvestigasinews.id, Sampang - Suasana haru dan penuh semangat menyelimuti Dusun Sobari dan Dusun Angsana Timur, Desa Tlambah, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang, Minggu 24 Mei 2026. Ratusan warga memadati lokasi peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Sirotol Mustaqim yang dihadiri langsung Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti M.Ed.
Kedatangan Menteri Abdul Mu’ti menjadi momen yang begitu berkesan bagi masyarakat desa. Warga sejak pagi sudah berkumpul di sekitar lokasi kegiatan untuk menyaksikan secara langsung prosesi dimulainya pembangunan jembatan yang telah lama dinanti.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Sampang KH Ahmad Mahfud, jajaran Forkopimda Kabupaten Sampang, Kapolres Sampang AKBP Heri Kusnanto SH MH beserta jajaran, Direktur Pendidikan Anak Usia Dini Kurniawan, Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur Prof. H. Fianto, Ketua PDM Muhammadiyah Sampang, Ketua PCM Karang Penang R. Dhabibur Rahman Bahmas, tokoh agama, para kiai, ustaz, kepala desa, hingga masyarakat sekitar.
Kegiatan berlangsung sederhana namun penuh makna. Di tengah suasana pedesaan dan hamparan sungai yang selama ini menjadi hambatan warga, peletakan batu pertama itu menjadi simbol dimulainya harapan baru masyarakat Tlambah untuk memiliki akses yang aman dan layak.
Dalam sambutannya, Menteri Abdul Mu’ti mengaku sempat mempertimbangkan ulang untuk menghadiri kegiatan tersebut karena jadwal yang cukup padat. Namun berbagai foto dan video yang dikirimkan masyarakat membuat dirinya tersentuh dan akhirnya memutuskan datang langsung ke lokasi.
“Awalnya saya agak keberatan karena pertimbangan waktu dan agenda yang cukup padat. Tetapi karena terus dikirimi foto dan video kondisi di sini, hati saya akhirnya luluh dan memutuskan hadir,” ujarnya disambut tepuk tangan warga.
Ia juga menyampaikan candaan yang membuat suasana menjadi hangat. Menurutnya, semangat masyarakat dalam mempersiapkan kegiatan sangat luar biasa sehingga dirinya merasa tidak enak apabila tidak hadir.
“Apalagi saya melihat bagaimana masyarakat bergotong royong menyiapkan jalan menuju lokasi dan mendirikan tenda seperti ini. Rasanya bagaimana kalau saya tidak datang. Ibarat orang sudah menyiapkan pesta, sudah mengundang tamu, tapi pengantinnya malah tidak hadir,” katanya yang langsung disambut tawa hadirin.
Abdul Mu’ti mengapresiasi kekompakan masyarakat Desa Tlambah yang terus menjaga budaya gotong royong. Ia menyebut pembangunan jembatan bukan hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga tentang membuka akses pendidikan, ekonomi, dan keselamatan masyarakat.
Menurutnya, akses jalan yang aman sangat penting terutama bagi anak-anak sekolah yang setiap hari harus melintasi sungai untuk menempuh pendidikan.
“Jembatan ini sangat penting. Bukan sekadar penghubung dua dusun, tetapi menjadi jalan harapan bagi masyarakat dan anak-anak untuk mendapatkan akses pendidikan yang lebih aman,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua PCM Karang Penang R. Dhahibur Rahman Bahmas menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Sirotol Mustaqim merupakan aspirasi lama masyarakat yang akhirnya mulai terwujud.
Selama bertahun-tahun, warga Dusun Sobari dan Dusun Angsana Timur harus menghadapi risiko besar saat menyeberangi sungai, terutama ketika musim hujan tiba dan debit air meningkat drastis.
“Banyak warga yang harus bertaruh nyawa saat menyeberang sungai. Bahkan beberapa kali terjadi korban jiwa, termasuk anak-anak sekolah. Karena itu jembatan ini menjadi kebutuhan mendesak masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, nama “Sirotol Mustaqim” dipilih sebagai simbol harapan agar jembatan tersebut menjadi jalan keselamatan dan keberkahan bagi warga sekitar.
Rencananya, jembatan akan dibangun sepanjang 24 meter dengan lebar sekitar 3 meter. Total anggaran pembangunan diperkirakan mencapai kurang lebih Rp700 juta yang akan dikerjakan secara bertahap dengan dukungan berbagai pihak.
Tidak sedikit warga yang tampak terharu menyaksikan dimulainya pembangunan tersebut. Selama ini masyarakat hanya mengandalkan penyeberangan sederhana yang sangat berbahaya ketika hujan turun deras.
Anak-anak sekolah menjadi kelompok yang paling merasakan kesulitan. Mereka harus menunggu air surut atau bahkan nekat menyeberang demi tetap bisa berangkat belajar.
Kondisi itulah yang membuat pembangunan Jembatan Sirotol Mustaqim dianggap bukan sekadar proyek pembangunan biasa, melainkan kebutuhan mendasar masyarakat demi keselamatan bersama.
Selain agenda peletakan batu pertama, kegiatan tersebut juga menjadi ajang pengenalan produk amal usaha Muhammadiyah di bidang ekonomi berupa produksi genteng “Suryamu”. Produk tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan masyarakat sekaligus membantu meningkatkan perekonomian warga sekitar.
Kehadiran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI di pelosok Desa Tlambah pun menjadi perhatian masyarakat. Banyak warga mengaku bangga karena daerah mereka akhirnya mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat.
Masyarakat berharap pembangunan Jembatan Sirotol Mustaqim dapat berjalan lancar dan segera selesai sehingga aktivitas warga, terutama akses pendidikan dan perekonomian, dapat menjadi lebih mudah, aman, dan nyaman.*
Editor : Sarbaini