Jatiminvestigasinews.id, Surabaya – Sejumlah warga di wilayah RW 05 Kelurahan Alun-Alun Contong menyampaikan keprihatinan terkait tata kelola organisasi lingkungan yang dinilai tidak berjalan secara sehat dan transparan. Sorotan utama tertuju pada posisi bendahara RW yang disebut saat ini diambil alih langsung oleh Ketua RW sehingga memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat.
Beberapa warga menilai kondisi tersebut berpotensi menimbulkan konflik kepentingan karena pengelolaan administrasi dan keuangan berada dalam satu kendali. Mereka berharap struktur kepengurusan RW dapat dijalankan sesuai prinsip keterbukaan, akuntabilitas, dan pembagian tugas yang jelas demi menjaga kepercayaan masyarakat.
Baca juga: Forum Pemred SMSI Jatim Kecam Permintaan Penghapusan Berita
“Kalau bendahara dipegang sendiri oleh Ketua RW, masyarakat jadi bertanya-tanya soal transparansi pengelolaan keuangan lingkungan,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Baca juga: RLD dan GMNI Surabaya Perkuat Literasi Informasi Mahasiswa Melalui Pelatihan Jurnalistik
Warga berharap pihak terkait dapat melakukan evaluasi terhadap sistem kepengurusan di RW 05 agar fungsi organisasi kemasyarakatan tetap berjalan sehat dan profesional. Selain itu, masyarakat juga meminta adanya keterbukaan laporan keuangan serta pelibatan warga dalam pengawasan kegiatan lingkungan.
Menurut warga, posisi bendahara seharusnya dijalankan oleh pengurus yang berbeda agar tercipta mekanisme kontrol internal yang baik. Hal ini dianggap penting untuk menghindari kesalahpahaman serta menjaga kondusivitas lingkungan.
Baca juga: Fenomena Jasa Hapus Berita Intai Media Siber, Rumah Literasi Digital Buka Suara
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pengurus RW 05 terkait alasan rangkap jabatan tersebut. Warga berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara musyawarah demi menjaga kekompakan dan kenyamanan masyarakat di lingkungan RW 05 Kelurahan Alun-Alun Contong.
Editor : Siti