‎Jalan Umum Dikuasai Pembalap Liar, Polisi Ke Mana ‎

jatiminvestigasinews.id
Puluhan pemuda memadati Jalan Plasah, Pangarengan, saat aksi balap liar berlangsung, mengganggu lalu lintas dan dikeluhkan warga serta pengguna jalan/Istimewa/Bn.

‎Jatiminvestigasinews.id, Sampang – Fenomena balap liar di Kabupaten Sampang kembali menjadi sorotan serius. Aksi berbahaya tersebut terpantau kembali terjadi di ruas Jalan Plasah, Kecamatan Pangarengan, pada Minggu 05 April 2026.

Pantauan di lokasi menunjukkan puluhan pemuda memadati badan jalan. Sejumlah pengendara terlihat memacu sepeda motor dengan kecepatan tinggi tanpa menggunakan perlengkapan keselamatan. Sementara itu, warga lainnya berdiri di tepi jalan menyaksikan aksi tersebut, yang secara nyata mengganggu kelancaran arus lalu lintas serta meningkatkan risiko kecelakaan.

‎Jalan umum yang seharusnya menjadi fasilitas aman bagi masyarakat justru berubah fungsi menjadi arena balap liar. Kondisi ini tidak hanya melanggar aturan lalu lintas, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan.

‎Ironisnya, lokasi kejadian diketahui tidak jauh dari Mapolsek Pangarengan. Fakta tersebut memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat terkait keberadaan dan respons aparat penegak hukum terhadap aktivitas yang berlangsung secara terbuka itu.

‎Warga sekitar mengaku resah karena kejadian serupa bukan kali pertama terjadi. Aktivitas balap liar disebut kerap berlangsung, terutama pada sore hari hingga menjelang malam, tanpa adanya penindakan yang memberikan efek jera.

Keluhan juga datang dari para pengguna jalan yang melintas. Sejumlah pengendara mengaku merasa terancam saat melintasi lokasi tersebut karena harus berbagi jalan dengan para pembalap liar yang melaju tanpa kendali. “Sangat membahayakan, apalagi kalau lewat sambil bawa keluarga. Takut tertabrak,” ujar salah satu pengendara yang enggan disebutkan namanya.

‎Tak hanya itu, warga sekitar juga mengeluhkan kebisingan dari suara knalpot serta kerumunan penonton yang kerap menutup sebagian badan jalan. “Sering terjadi, bukan sekali dua kali. Kami berharap ada tindakan tegas, jangan sampai ada korban dulu baru ditertibkan,” ungkap seorang warga.

‎Sebelumnya, media ini juga memberitakan aksi balap liar yang terjadi menjelang malam takbiran. Dalam peristiwa tersebut, aksi para pembalap liar bahkan disiarkan secara langsung melalui media sosial, seakan menantang petugas kepolisian untuk bertindak.

‎Tidak hanya itu, balap liar juga dilaporkan terjadi di jantung Kota Sampang pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.42 WIB. Informasi tersebut berdasarkan video yang beredar, yang memperlihatkan aksi serupa berlangsung di pusat kota tanpa pengawasan yang memadai.

‎Fenomena berulang ini menunjukkan bahwa balap liar di wilayah Pangarengan maupun pusat Kota Sampang masih menjadi persoalan serius yang belum tertangani secara maksimal. Minimnya efek jera diduga menjadi salah satu faktor utama yang mendorong aksi tersebut terus berulang.

‎Masyarakat berharap adanya langkah tegas dan berkelanjutan dari aparat kepolisian untuk melakukan penertiban. Pengawasan di titik-titik rawan juga dinilai perlu ditingkatkan guna mencegah kejadian serupa kembali terulang.

Balap liar bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi ancaman nyata terhadap keselamatan publik. Jika terus dibiarkan, kondisi ini berpotensi memicu korban jiwa serta semakin menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum.

Jatiminvestigasinews.id akan terus mengawal persoalan ini sebagai bentuk kontrol sosial demi terciptanya keamanan dan ketertiban di Kabupaten Sampang.*

Editor : Sarbaini

Polri
Berita Terpopuler
Berita Terbaru