‎Bazar Pangan Ramadan Digelar di Depan Pendopo, PWI Sampang Gandeng Disperta KP dan Bulog Ringankan Beban Warga ‎

jatiminvestigasinews.id
‎Ilustrasi: Suasana bazar Ramadan yang menyediakan berbagai kebutuhan makanan bagi masyarakat dengan harga terjangkau/Bn.

Jatiminvestigasinews.id, Sampang – Upaya membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau terus dilakukan berbagai pihak di Kabupaten Sampang selama bulan Ramadan. Kali ini, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sampang menggandeng Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) serta Perum Bulog untuk menggelar bazar sembako murah bagi masyarakat.

‎‎Kegiatan bazar tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni pada 9 hingga 10 Maret 2026. Lokasinya berada di depan Pendopo Kabupaten Sampang dan akan dimulai sejak pukul 08.00 hingga 13.00 WIB.

‎Ketua PWI Kabupaten Sampang, Hanggara Pratama, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok selama Ramadan, sekaligus mendukung program pemerintah dalam menjaga stabilitas harga bahan pangan.

‎‎Menurutnya, bulan Ramadan biasanya diikuti dengan meningkatnya kebutuhan bahan pokok di tengah masyarakat. Kondisi tersebut sering kali memicu kenaikan harga di pasaran sehingga diperlukan langkah bersama agar masyarakat tetap bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

‎‎“PWI Sampang ingin ikut berkontribusi dalam menjaga stabilitas harga pangan. Karena itu kami berkolaborasi dengan Disperta KP serta Bulog untuk menghadirkan bazar sembako murah bagi masyarakat,” ujar Hanggara, Minggu (8/3/2026).

‎Ia menjelaskan, dalam bazar tersebut masyarakat dapat membeli sejumlah kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, serta bahan pangan lainnya dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar.

‎‎Selain sebagai upaya menjaga stabilitas harga, bazar sembako murah tersebut juga dinilai sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat selama Ramadan, terutama menjelang kewajiban membayar zakat fitrah.

‎‎Di Kabupaten Sampang, zakat fitrah mayoritas dibayarkan dalam bentuk beras. Karena itu, kehadiran bazar murah diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh beras dengan harga yang lebih ringan.

‎‎“Banyak masyarakat yang mulai menyiapkan beras untuk zakat fitrah sejak Ramadan. Melalui bazar ini diharapkan masyarakat bisa membeli beras dengan harga lebih terjangkau,” tambahnya.

‎‎Hanggara juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan hasil sinergi antara organisasi wartawan dengan pemerintah daerah serta lembaga penyedia pangan. Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

‎‎Selain itu, kegiatan bazar murah juga diharapkan mampu membantu menekan potensi lonjakan harga bahan pokok yang kerap terjadi menjelang Hari Raya Idulfitri.

‎Sementara itu, salah satu warga Kecamatan Sampang, Nur, mengaku menyambut baik rencana digelarnya bazar sembako murah tersebut. Ia menilai kegiatan seperti ini sangat membantu masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok selama Ramadan.

‎‎Menurutnya, harga bahan pokok di pasaran terkadang mengalami kenaikan saat mendekati Lebaran, sehingga kehadiran bazar murah dapat menjadi alternatif bagi masyarakat untuk berbelanja kebutuhan pokok.

‎‎“Kalau ada bazar sembako murah tentu sangat membantu. Rencananya saya ingin membeli beras untuk kebutuhan rumah sekaligus untuk zakat fitrah,” kata Nur.

‎‎Antusiasme masyarakat terhadap bazar pangan murah ini diperkirakan cukup tinggi. Apalagi lokasi kegiatan berada di kawasan strategis di depan Pendopo Kabupaten Sampang yang mudah dijangkau oleh masyarakat dari berbagai wilayah.

‎Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat tidak hanya terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokok selama Ramadan, tetapi juga dapat mempersiapkan kewajiban zakat fitrah dengan lebih ringan secara ekonomi.

‎‎Sinergi antara organisasi wartawan, pemerintah daerah, serta lembaga penyedia pangan ini juga menjadi contoh bahwa kolaborasi berbagai pihak dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga ketahanan pangan di daerah.*

Editor : Sarbaini

Polri
Berita Terpopuler
Berita Terbaru