Jatiminvestigasinews.id, Sampang – Semangat gotong royong kembali hidup di tengah masyarakat Dusun Kapasan, Desa Buker. Warga secara swadaya membangun jalan poros penghubung Buker menuju Karang Anyar. Hingga kini, pembangunan jalan telah mencapai 200 meter dari target sementara sepanjang 300 meter.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada malam hari setelah salat tarawih. Suasana kebersamaan tampak menyelimuti warga yang bahu membahu meratakan dan memperkeras badan jalan. Lampu penerangan sederhana dipasang di sepanjang titik pengerjaan agar proses pembangunan tetap berjalan lancar.
Inisiatif pembangunan jalan ini digagas oleh tokoh masyarakat setempat, H. Nadhor. Kepedulian terhadap kondisi jalan yang sebelumnya rusak mendorong lahirnya gerakan swadaya tersebut.
“Jalan ini akses penting bagi warga. Jika dibiarkan rusak, aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat akan terganggu. Alhamdulillah, warga kompak mendukung,” ujar H. Nadhor saat ditemui di lokasi kegiatan.
Dana pembangunan diperoleh dari sumbangan warga Desa Buker yang berada di luar negeri. Partisipasi perantau tersebut menjadi bukti kuatnya rasa memiliki terhadap kampung halaman. Bantuan dana dikumpulkan secara sukarela dan dikelola secara terbuka oleh panitia lokal.
Selain dukungan dana dari luar negeri, pemuda desa juga turut mengambil peran aktif. Di sela-sela kegiatan kerja bakti, sejumlah pemuda melakukan siaran langsung melalui platform TikTok untuk mendokumentasikan proses pembangunan sekaligus mengajak partisipasi lebih luas.
Langkah tersebut mendapat respons positif dari warganet, termasuk donasi tambahan yang masuk selama siaran berlangsung. Cara kreatif itu dinilai efektif memperluas dukungan serta memperlihatkan transparansi kegiatan kepada masyarakat luas.
Salah satu warga mengungkapkan rasa syukurnya atas progres pembangunan yang sudah berjalan. Menurutnya, jalan poros tersebut sangat dibutuhkan, terutama saat musim hujan ketika kondisi tanah menjadi licin dan sulit dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Kalau hujan, jalan becek dan berlubang. Sekarang sudah mulai rata dan keras. Semoga cepat selesai sampai 300 meter,” katanya.
Pembangunan jalan poros ini diharapkan tidak hanya memperlancar akses transportasi, tetapi juga meningkatkan roda perekonomian warga. Jalan yang lebih baik akan memudahkan distribusi hasil pertanian serta aktivitas perdagangan antarwilayah.
Target pengerjaan sepanjang 300 meter direncanakan rampung dalam waktu dekat, tergantung ketersediaan material dan cuaca. Warga optimistis sisa 100 meter dapat diselesaikan melalui kekompakan dan semangat gotong royong yang terus terjaga, DNA apabila dana tercukupi maka akan dilanjut melebihi target yang ditentukan.
Kegiatan swadaya tersebut menjadi contoh nyata bahwa pembangunan desa tidak selalu bergantung pada anggaran pemerintah. Ketika solidaritas dan kepedulian tumbuh bersama, infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat dapat terwujud melalui kebersamaan.
Semangat warga Dusun Kapasan ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi wilayah lain dalam membangun desa secara mandiri dan berkelanjutan.
Editor : Sarbaini