Jatiminvestigasinews.id,Sampang – Suasana demonstrasi terkait desakan percepatan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Sampang pada Selasa (28/10/2025) berubah menjadi aksi anarkis ketika sekelompok massa merusak fasilitas publik, termasuk Icon Madura yang menjadi salah satu landmark kebanggaan masyarakat setempat.
Baca juga: Polisi Buru Pelaku Perusakan Fasilitas Umum Saat Demo Pilkades di Sampang
Kerusakan terlihat jelas pada beberapa elemen konstruksi ikon tersebut. Ornamen huruf dan bagian struktur mengalami pecah serta bengkok akibat tindakan vandalisme massa yang meluapkan emosi di tengah kericuhan. Peristiwa itu memicu kemarahan masyarakat karena fasilitas tersebut merupakan sarana umum yang dibangun menggunakan anggaran pemerintah daerah.
“Ini sangat memalukan. Seharusnya demo itu menyampaikan aspirasi, bukan merusak fasilitas,” tutur Shipan (39), warga sekitar lokasi. Ia menegaskan bahwa identitas daerah tidak layak menjadi korban aksi unjuk rasa.
Kepolisian Resor (Polres) Sampang langsung mendapat sorotan tajam. Publik mendesak agar aparat segera mengusut dan menangkap para pelaku, terlebih beberapa warga diketahui merekam aksi perusakan dan membagikannya ke media sosial. Materi video itu kini menjadi bukti tambahan bagi penyidik.
KaPolres Sampang, AKBP. Hartono, S.,Pd., MM., menegaskan pihaknya sudah mengantongi ciri-ciri pelaku. “Penyelidikan berjalan. Tidak ada toleransi bagi tindakan perusakan fasilitas publik. Semua yang terlibat akan diproses hukum,” ujarnya.
Aktivis sosial Jawa Timur, Khoirul Anam, menilai kejadian ini bukti bahwa demokrasi masih sering disalahgunakan. Menurutnya, menyampaikan aspirasi diperbolehkan dalam konstitusi, tetapi merusak fasilitas umum termasuk tindak pidana. “Terkesan ada kelompok yang menunggangi emosi massa agar situasi kacau,” katanya.
Pemerintah daerah menyayangkan kejadian tersebut karena Icon Madura berkontribusi pada daya tarik wisata. Kerusakan itu akan membutuhkan biaya perbaikan tambahan, yang kemungkinan dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Hingga malam hari pasca kejadian, personel kepolisian masih berjaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kericuhan susulan. Pemerintah mengimbau masyarakat menahan diri dan tetap menjaga ketertiban.
Kasus ini menjadi ujian kedewasaan demokrasi di Sampang. Masyarakat berharap aparat bertindak cepat dan transparan dalam proses hukum, sementara pelaku dapat dijerat dengan pasal perusakan fasilitas negara.
Editor : Sarbaini