Jatiminvestigasinews. id //Surabaya - Sejumlah mahasiswa dari UPN Veteran Jawa Timur menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk "Diskusi Kepemudaan Karang Taruna Menumbuhkan Kepemimpinan Moderat dan Toleran, di Kantor Kecamatan Sawahan Jalan Raya Dukuh Kupang No 83A. Surabaya, pada hari Sabtu (14/6/ 2025)
Kegiatan yang diselenggarakan di Kecamatan Sawahan ini bertujuan membentuk karakter kepemimpinan pemuda yang moderat dan toleran dengan menanamkan nilai-nilai toleransi, memperkuat dialog antarumat, serta mendorong semangat hidup rukun dalam keberagaman. Kegiatan ini diinisiasi oleh Mata Kuliah Umum Agama Islam, dan melibatkan tujuh mahasiswa lintas prodi sebagai bagian dari implementasi program Pengabdian Masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa melakukan serangkaian agenda seperti diskusi bersama, pengenalan materi, bertukar pengalaman, hingga pelatihan kepemudaan berbasis toleransi.
“Melalui kegiatan diskusi ini, kami berharap pemuda dan masyarakat dapat memahami pentingnya membangun karakter kepemimpinan yang moderat dalam beragama yang menjauhi sikap-sikap ekstrem, baik ke arah kiri maupun kanan selaras dengan tujuan kegiatan kita saat ini,” ujar Afifah, ketua pelaksana pengabdian.
Para pemuda dan pemudi Karang Taruna di Kecamatan Sawahan turut terlibat dalam kegiatan ini. Mereka menyambut dengan hangat karena kegiatan ini dianggap sebagai wadah yang mendorong dialog yang terbuka serta menenangkan, terutama di tengah situasi sosial yang rawan perpecahan akibat perbedaan pandangan dalam beragama.
Melalui diskusi ini, para pemuda diajak untuk menumbuhkan kepemimpinan yang moderat dan toleran, serta mampu menjaga harmoni dalam keberagaman.
Bapak Fazlul Rahman selaku dosen pengampu mata kuliah Agama Islam, menyampaikan bahwa kegiatan ini mencerminkan komitmen kampus dalam mendukung agenda strategis nasional untuk memperkuat moderasi beragama dengan mendorong tumbuhnya kepemimpinan pemuda yang inklusif, menjunjung toleransi, dan mengedepankan semangat perdamaian.
“Moderasi bukan tentang bersikap netral, tapi tentang keberpihakan yang adil dan seimbang. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari upaya menanamkan nilai kepemimpinan pemuda yang menjunjung toleransi dan sikap moderat,” jelasnya.
Kegiatan ini diakhiri dengan diskusi penutup yang memperkuat semangat para pemuda Karang Taruna dalam membangun kepemimpinan yang inklusif dan toleran.
Para mahasiswa berharap inisiatif seperti ini dapat mendorong lahirnya gerakan serupa di daerah lain sebagai upaya menanamkan nilai kebersamaan dan sikap saling menghargai di kalangan generasi muda.
(Priyo)
Editor : Bang Priyo